PINRANG, NIDC — Suasana haru mewarnai acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia di Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang.
Program yang resmi berakhir tersebut tidak hanya meninggalkan jejak pengabdian fisik, tetapi juga ikatan ikatan kekeluargaan yang mendalam antara mahasiswa dan warga lokal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kecamatan Mattirobulu, Rasdi, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa momen penarikan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya empati dan kebersamaan yang terbangun selama program berlangsung. Menurutnya, penerimaan hangat dari warga menjadi kunci utama keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa di lapangan.
"Penarikan mahasiswa KKN ini bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah program, melainkan momen perpisahan setelah tumbuhnya kebersamaan, kepedulian, dan ikatan kekeluargaan dengan masyarakat," ujar Rasdi saat memberikan sambutan.
Ia menambahkan, interaksi sosial yang terjalin selama masa pengabdian memberikan pelajaran hidup yang sangat berharga bagi para mahasiswa. Pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat Mattirobulu dinilai membentuk karakter mahasiswa agar lebih peduli dan peka terhadap dinamika sosial.
Rasdi juga berharap seluruh program kerja yang telah direalisasikan dapat membawa dampak positif berlanjut bagi kesejahteraan warga setempat, meski masa tugas mahasiswa telah usai.
"Terima kasih atas penerimaan yang hangat dan setiap pelajaran berharga yang diberikan. Semoga jejak pengabdian yang ditinggalkan terus memberikan manfaat, sementara kenangan yang tercipta tetap hidup di hati mahasiswa ITB Nobel Indonesia dan masyarakat Kecamatan Mattirobulu sehingga silaturahim tetap terjalin," pungkas Rasdi.
Penutupan program KKN ini diakhiri dengan penyerahan plakat secara simbolis oleh delegasi Kecamatan dan pelepasan resmi mahasiswa untuk kembali melanjutkan aktivitas akademik di kampus.