join_now_merah

KKN Tematik Nobel Indonesia Cetak UMKM Maccirinna Melek Digital


28 August 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

KKN Tematik Nobel Indonesia Cetak UMKM Maccirinna Melek Digital

PINRANG, NIDC -- Kelurahan Maccirinna, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, menjadi pusat perhatian warga seiring digelarnya penguatan digital marketing bagi ratusan pelaku UMKM di Kantor Kelurahan Maccirinna, Kamis (27/8/2026). 


Kegiatan ini merupakan puncak dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, yang sebelumnya sukses memfasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan QRIS, serta pembenahan pengemasan dan branding produk lokal.


Koordinator KKN Kelurahan Maccirinna, Aryah Putra Pratama, membeberkan bahwa mayoritas UMKM di wilayah tersebut digerakkan oleh ibu rumah tangga secara konvensional. 


Kata dia, usaha rumahan itu umumnya hanya beroperasi sekadar memenuhi pesanan musiman dan belum dikelola secara profesional sesuai standar komersial. Menurutnya, potensi produk lokal sebenarnya sangat menjanjikan, namun tertahan oleh minimnya identitas usaha.


"Beberapa produk lokal bahkan belum memiliki branding usaha atau nama produk yang jelas. Padahal, identitas merek adalah kunci utama agar produk rumahan bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Aryah.


Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Lurah Maccirinna, Sinrang Sukur, S.H., saat membuka seminar kewirausahaan tersebut. Ia menilai program kerja mahasiswa KKN ITB Nobel Indonesia memberikan dampak nyata bagi percepatan ekonomi kerakyatan di wilayah kepemimpinannya.


"Selama 8 tahun jadi lurah di sini, inilah mahasiswa KKN yang paling kreatif. Saya mengungkapkan ini bukan karena Dosennya ada di sini, tapi kami melihat dan merasakannya langsung bagaimana mereka turun tangan membina ibu-ibu rumah tangga dari nol hingga produknya memiliki legalitas hukum dan siap dipasarkan secara digital," ungkap Sinrang.


Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB Nobel Indonesia sekaligus Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom., M.Bns., berhasil memecah suasana kaku dengan gelak tawa peserta. 


Dalam pemaparannya, ia mengupas tuntas realitas di balik pengelolaan media sosial yang sering kali disepelakan pelaku usaha kecil.


Dr. Agunawan menegaskan bahwa kesalahan mendasar pelaku UMKM kerap bersumber dari ketidaksiapan manajemen digital. Ia merinci empat kesalahan fatal yang paling sering dijumpai di lapangan, yakni mencampuradukkan akun media sosial pribadi dengan akun bisnis sehingga mengaburkan profesionalitas, gagal menganalisis serta menyesuaikan waktu unggah (posting) dengan kebiasaan target pasar, mengabaikan konsistensi yang berujung pada aktivitas unggah yang tidak teratur, serta kepanikan akibat kehabisan bahan atau ide konten padahal peluang di sekitar sangat melimpah.


Menanggapi berbagai keresahan tersebut, narasumber langsung memberikan solusi taktis berupa trik sederhana yang selaras dengan keseharian masyarakat lokal, termasuk teknik mengintegrasikan berbagai platform media sosial agar pemasaran jauh lebih efektif dan efisien. 


Solusi terapan ini disambut dengan sorak gembira dan antusiasme luar biasa dari para ibu rumah tangga. Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara pihak ITB Nobel Indonesia dan Lurah Maccirinna, yang menandai komitmen kerja sama berkelanjutan demi memajukan ekonomi kerakyatan bahkan setelah masa KKN berakhir.



Berita Lainnya