PINRANG, NIDC -- Keterbatasan geografis tidak lagi menjadi halangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah untuk mendunia. Puluhan pelaku usaha di Desa Barang Palie, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, dibekali strategi menembus pasar digital melalui Seminar Kewirausahaan bertajuk “Manajemen & Digitalisasi untuk UMKM Desa”, Sabtu (12/9).
Kegiatan ini merupakan program kerja wajib yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk mendongkrak perekonomian akar rumput. Menggandeng akademisi, seminar ini menghadirkan dosen Magister Manajemen ITB Nobel Indonesia, Dr. Sri Prilmayanti Awaluddin, S.E., M.M., sebagai narasumber utama.
Di hadapan warga, Sri menegaskan bahwa kemajuan teknologi informasi kini telah meruntuhkan batasan antara kota dan desa. Pelaku usaha lokal dinilai memiliki peluang yang sama besar untuk memperluas jangkauan pasar hingga menekan biaya operasional. "Teknologi digital bukan hanya milik pelaku usaha di kota besar. Pelaku UMKM di desa juga memiliki peluang yang sama untuk memperluas jangkauan pasar, menekan biaya promosi, dan meningkatkan efisiensi operasional hanya melalui platform digital di ponsel pintar," ungkap Sri.
Lebih lanjut, Wakil Dekan II Fakultas Teknologi Industri (FTI) Nobel Indonesia tersebut juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak gentar memulai langkah digitalisasi meski dengan fasilitas yang sederhana.
Penguasaan strategi pemasaran daring yang konsisten diyakini menjadi kunci utama agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas. "Transformasi digital ini tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Dengan memaksimalkan fitur-fitur praktis yang ada di genggaman, pelaku UMKM desa sudah bisa membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal secara mandiri," tambahnya.
Selain memotivasi warga untuk melek teknologi, narasumber juga memberikan pelatihan teknis yang aplikatif. Para peserta diajarkan cara memanfaatkan fitur bisnis di media sosial seperti WhatsApp Business dan Instagram untuk pemasaran produk.
Tidak hanya urusan digital, materi juga diperkuat dengan dasar-dasar manajerial yang sering diabaikan pelaku usaha kecil, mulai dari perencanaan bisnis berbasis potensi lokal, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, teknik penetapan harga jual yang ideal, hingga cara menjaga loyalitas pelanggan.
Antusiasme tinggi tampak dari keaktifan peserta selama sesi diskusi berlangsung. Melalui pembekalan terpadu ini, mahasiswa KKN Tematik berharap para pelaku UMKM di Desa Barang Palie dapat segera mengimplementasikan langkah-langkah digitalisasi secara bertahap demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Disamping itu, agenda juga diwarnai dengan prosesi penandatanganan dokumen Implementation Arrangement (IA) sebagai wujud komitmen kerja sama berkelanjutan antara pihak perguruan tinggi dan Pemerintah Desa Barang Palie.