join_now_merah

Kades Mattiroade Puji Program KKN Tematik ITB Nobel Indonesia di Pinrang


01 September 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Kades Mattiroade Puji Program KKN Tematik ITB Nobel Indonesia di Pinrang
PINRANG, NIDC -- Kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia kurang lebih dua bulan terakhir di Kabupaten Pinrang, mendapat sambutan hangat dari beberapa pihak. 

Salah satunya, dari Kepala Desa Mattiroade, Rustan Salli, S.Pd.I., M.Si. Ia menilai program yang digagas Mahasiswa KKN Tematik Nobel bernilai positif serta berdampak luas bagi wilayahnya. "Kehadiran mahasiswa melalui berbagai kegiatan inovatif dapat menjadi pemantik semangat masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi desa," ungkap Rustan, Selasa (1/9). 

Hal itu diungkapnya saat KKN Tematik ITB Nobel Indonesia dalam seminar kewirausahaan. Ia menanggap, agenda yang berlangsung adalah bentuk untuk mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.  

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Rijal, S.Kom., M.Kom., menilai kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program KKN.

"Konsep KKN Tematik tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga mendorong mereka untuk terlibat langsung dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat," tuturnya. 

Diketahui, dalam Seminar Kewirausahaan di Desa Mattiroade, dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. Agunawan, S.Kom., M.Kom., M.Bns., sebagai narasumber. 

Eks Kaprodi Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Nobel Indonesia itu, berujar pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di era kreativitas dan inovasi.

Opa, sapaanya menekankan bahwa, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Penguatan sumber daya manusia dan perubahan cara berpikir masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Melalui kegiatan yang digagas oleh Posko KKN Tematik ini, kita tidak hanya berbicara tentang infrastruktur atau bisnis, tetapi tentang perubahan fundamental. Dari konsumen menjadi kreator adalah kunci agar desa tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga menjadi pusat produksi yang mandiri dan inovatif,” ujar Dr. Agunawan.





Berita Lainnya