NIDC -- Pendiri Sense Visual, Adi Rais Saputra, membawakan materi inspiratif bertajuk “Hobi Jadi Cuan: Dari Yang Kamu Suka, Bisa Jadi Peluang” pada program Entrepreneurship Basic Program yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia.
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, Kamis 8 Oktober, bertujuan untuk membakar semangat kewirausahaan serta memberikan panduan praktis dalam mengubah kegemaran pribadi menjadi unit usaha yang bernilai komersial.
Dalam pemaparannya, Adi menekankan pentingnya jeli melihat masalah orang lain sebagai pintu masuk utama menciptakan peluang bisnis.
"Siapa yang punya masalah atau kesulitan dalam hobi ini? Coba dicari. Bagaimana hobi ini bisa membantu atau memberikan value ke mereka? Kalau kita tahu siapa yang paling butuh dan saking butuhnya dia mau membayar, nah kalau aku dapat ini, berarti boleh jadi bisnis," ujar Adi.
Lebih lanjut, Adi membagikan pengalaman pribadinya di dunia creativepreneur, di mana keterampilan sederhana seperti menyusun presentasi kini memiliki nilai jual yang sangat tinggi. "Mau tahu tidak apa sekarang yang paling mahal dibayarkan? Bikin proposal deck ide bisnis. Bikin PowerPoint yang isinya itu model bisnis khususnya F&B. Itu dibayar berkali-kali lipat dari harga biasa, hanya dari hobi senang mengopi dan tata letak layar," ungkapnya.
Menurut Adi, kunci utama dalam menjual jasa atau produk berbasis hobi adalah mengisi celah keterbatasan pengetahuan, waktu, maupun rasa malas dari konsumen. "Sebenarnya gampang juga buat kita, tapi karena orang lain tidak punya knowledge, waktu, atau kesenangan di situ, akhirnya mereka cari orang untuk dibayar. Dulu awal-awal tahun 2011 cuma disuruh tambahkan logo di video orang, 5 menit mengedit pakai InShot sudah bisa dapat uang," tambahnya.
Tidak hanya di bidang kreatif, fenomena mengubah kegemaran menjadi rupiah juga marak terjadi pada sektor olahraga atau sportpreneur, khususnya melalui tren kepelatihan (coaching). "Sekarang yang lagi tren itu coaching paddle dan tenis. Itu kan awalnya dari hobi main paddle. Karena dia serius, ternyata banyak orang yang tidak punya bakat atau hobi serupa tapi mau belajar," jelas Adi.
Mengakhiri pemaparannya, Adi menggarisbawahi bahwa ekosistem digital saat ini memberikan ruang paling menjanjikan bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis, seperti melalui peran affiliate marketing. "Ini yang menurutku paling menjanjikan. Siapa yang menyangka bikin video di TikTok lalu memasukkan produk orang bisa menghasilkan miliaran? Itu semua karena mereka pandai melihat peluang dan melihat kebutuhan pasar," pungkasnya.