NIDC -- Ratusan mahasiswa baru Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia mendapatkan pembekalan khusus mengenai gerakan antikorupsi melalui kegiatan kuliah umum yang digelar di kampus setempat.
Rangkaian acara ini sendiri merupakan agenda dari OKE Nobel dan menghadirkan Direktur Anti Corruption Committee (ACC), Angga Reksa, untuk memantik kesadaran kritis generasi muda terhadap ancaman kejahatan luar biasa (extraordinary crime) di era digital.
Dalam suasana kuliah umum yang interaktif dan jauh dari kesan kaku, Angga membuka sesi dengan mengajak para mahasiswa baru untuk berani bersuara dan mengutarakan pandangan mereka mengenai bahaya rasuah. "Apa yang teman-teman bayangkan jika mendengar kata korupsi? Yang saya bayangkan itu kayak kehancuran, kerusakan dalam negara. Karena korupsi itu apa ya? Merugikan aparat negara, merugikan masyarakat juga. Jadi kayak korupsi itu ya merugikan gitu," ujar Angga, Jumat (2/10) di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin.
Lebih lanjut, ia mempertegas definisi dasar dari tindak pidana tersebut di hadapan sivitas akademika. "Secara umum teman-teman, korupsi itu perbuatan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri atau orang lain, baik perorangan maupun korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara," tegas Angga.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat, khususnya pemuda, dalam mengawasi jalannya penegakan hukum agar tidak berhenti di tengah jalan. "Hari ini banyak kasus korupsi itu kan disebut extraordinary crime atau kejahatan luar biasa, yang pelakunya adalah orang yang memiliki duit banyak, orang yang memiliki akses jabatan tinggi. Makanya ACC masuk di situ sebagai pengawas eksternal atau biasa disebut watchdog, jadi kita mengawasi kinerja APH tersebut biar dia bekerja sesuai dengan tupoksinya, biar dia tidak kita sebut biasa masuk angin, atau biar dia sendiri tidak melakukan korupsi," ungkapnya.
Sebagai langkah konkret pencegahan jangka panjang, ACC tidak hanya mengandalkan jalur pendidikan konvensional, melainkan merangkul mahasiswa melalui program khusus. "Untuk itu kami ACC, kurang lebih dalam 3 tahun terakhir ini, membuat namanya YIC atau Youth Integrity Center. Jadi kami kerjasama dengan teman-teman mahasiswa yang ada di Sulsel dari berbagai kampus, itu kami melatih teman-teman mahasiswa bagaimana melakukan pemantauan barang dan jasa," pungkas Angga.
Disamping Kuliah Umum, Direktur ACC bersama ITB Nobel Indonesia melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dan MoA yang dilakukan oleh Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M. IPU, ASEAN Eng. dan Wakil Rektor II ITB Nobel Indonesia, Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M.