join_now_merah

Di ITB Nobel Indonesia, Founder Artani Dorong Maba Bikin Green Business


08 October 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Di ITB Nobel Indonesia, Founder Artani Dorong Maba Bikin Green Business
NIDC -- Banyaknya anak muda yang bercita-cita menjadi wirausahawan kerap tidak sejalan dengan kebiasaan dan kesiapan mental yang dimiliki selama berada di bangku kuliah. Isu sentral tersebut disorot tajam oleh Pendiri Artani Ecobulk Store, Ria Lestari Baso, memberikan pemaparan kewirausahaan bertajuk “Hobi Jadi Cuan: Dari Yang Kamu Suka, Bisa Jadi Peluang” di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia.

Dalam pemaparannya, Ria menekankan pentingnya kesadaran diri (self-awareness) dan kejelasan arah sebelum seseorang memutuskan untuk membangun sebuah usaha. "Sebelum menanyakan bisnis apa yang sedang laku, tanyakan dulu pada diri sendiri: apa yang membuat saya berbeda? Kenali diri sendiri dulu supaya jalan yang ditempuh betul dan tidak tersesat," ucapnya di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, Kamis 8 Oktober,  

Ia secara terbuka juga menyentil fenomena mahasiswa yang kerap menyia-nyiakan kesempatan belajar dengan kebiasaan pasif di kelas. "Saya bingung, ada orang punya kesempatan kuliah tapi pas masuk kelas malah mengantuk dan malas-malasan. Nanti 4 tahun lagi bingung bilang kenapa susah sekali cari kerja. Padahal habit-nya sudah kelihatan sejak kuliah, ditanya mau jadi apa bingung, ditanya teori juga tidak tahu," ungkapnya.

Menghadapi tantangan ekonomi saat ini, Wakil Direktur Makassar Creative Hub tersebut menilai mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan identifikasi peluang yang jauh lebih tajam serta etos kerja di atas rata-rata.  "Menghadapi 'in this economy' butuh pengetahuan luas dan kemampuan mengidentifikasi peluang yang makin tajam. Ciri pengusaha itu melakukan lebih dari yang orang lain lakukan. Kalau orang usahanya tiga, kita harus lima. Yang susah itu adalah mau naik ke tangga baru karena selalu beralasan capek atau tinggi sekali," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong para mahasiswa baru untuk tidak menunda waktu dan segera memanfaatkan hak istimewa status kemahasiswaan guna mengumpulkan pengalaman sejak dini. "Riset di Amerika menunjukkan rata-rata pengusaha sukses itu usahanya di usia 45 tahun. Maka dari itu, mencoba lebih awal sejak kuliah itu paling enak. Masa kuliah bukan waktu untuk menunggu sampai lulus, tapi waktu untuk mengumpulkan pengalaman, keterampilan, dan jaringan," tambahnya.

Olehnya, ia mengajak mahasiswa ITB Nobel Indonesia untuk mulai berani mengeksekusi ide bisnis yang berwawasan lingkungan. "Waktu saya pulang ke Makassar habis kuliah, di sini belum ada bisnis hijau atau green business. Bisnis yang bertanggung jawab itu tidak cuma cari profit saja, tapi juga ada spesifikasi pembelajaran dan nilai tanggung jawabnya," pungkasnya.

Seusai membawakan materi, Director of Nobel Entrepreneurship Center (NEC), Irfan Marhaban, S.H., M.Kn. memberikan piagam perhargaan secara simbolis


Berita Lainnya