join_now_merah

Peringati Sumpah Pemuda, Konjen Australia Bicara Peluang Indonesia di Sektor Kewirausahaan Hingga Teknologi


28 October 2025 Nobel Indonesia Digital Creative

Peringati Sumpah Pemuda, Konjen Australia Bicara Peluang Indonesia di Sektor Kewirausahaan Hingga Teknologi

NIDC -- Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, Mr. Todd Dias turut memberikan pandangannya, ihwal peluang kerjasama Indonesia dengan negaranya dalam Kuliah Umum yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Selasa (28/10). Dalam kuliah umum yang bertema "Kewirausahaan, Teknologi dan peluang Pemuda kerjasama Indonesia-Australia", ia melihat kolaborasi tersebut sangat besar. Namun yang terbesar kata dia, adalah sektor pendidikan.

"Saya rasa pendidikan sangat besar. Namun disisi lain, ada banyak hubungan dan peluang, misalnya film making, ekonomi kreatif (ekraf), atau animasi," ujar Todd di Ballroom ITB Nobel Indonesia, Jl. Sultan Alauddin. 

Terlebih, jika semisal ada ide yang digagas oleh orang Indonesia lalu mendapatkan perusahaan Australia untuk membuat sebuah gagasan, menurutnya kesempatan itu terbuka lebar. Peluang Indonesia mengajukan proposal untuk berbisnis di negeri kangguru sangat besar. Hanya saja, tentu dikembalikan pada masyarakat setempat. 

"Saran saya terhadap teman-teman yang berminat dalam kewirausahaan, sama halnya dengan orang yang apply Beasiswa. Berarti harus semangat dan tidak perlu khawatir untuk gagal. Karena banyak sekali orang yang apply satu kali tidak berhasil langsung putus asa. Misalnya ya, salah satu kursus UMKM, pernah saya ketemu dengan orang Indonesia antusiasmenya besar dan senang dia coba 9 kali. Dan saya yakin kalau ada orang yang berhasil satu kali, selamat. Tapi, jika ada orang yang tidak berhasil namun masih bersemangat, dan mengulangi lalu berhasil, maka itu jauh lebih baik," tutupnya. 

Diketahui, kuliah umum dalam rangka Sumpah Pemuda ke-97 diikuti oleh ratusan Mahasiswa yang berasal tiga Fakultas, yaitu Fakultas Pascasarjana, Fakultas Teknologi Industri, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dan agenda tersebut berlangsung secara hybrid.  



Berita Lainnya