join_now_merah

Hadirkan Dekan FPS Nobel Indonesia Sebagai Pembicara Utama di UKIP, Perkuat Eksistensi Akademik di Forum Nasional


26 February 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Hadirkan Dekan FPS Nobel Indonesia Sebagai Pembicara Utama di UKIP, Perkuat Eksistensi Akademik di Forum Nasional
NIDC – Dekan Fakultas Pascasarjana (FPS) Nobel Indonesia Institute, Prof. Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si., didapuk sebagai pembicara utama (Invited Speaker) dalam Seminar Nasional bertajuk "REKATEK-HUMANESIA" yang digelar oleh Universitas Kristen Indonesia Paulus, Kamis (26/2/2026).

Hal ini sekaligus membuktikan peran FPS Nobel Indonesia tak semata-mata untuk hadir, namun juga memberikan kontribusi besar dalam aspek akademik nasional. Dalam kesempatan itu, Prof. Ahmad Firman membawa materi bertajuk "Penciptaan Nilai Organisasi sebagai Fondasi Peradaban Berkelanjutan". Ia juga menyoroti bahwa organisasi masa kini tidak bisa lagi hanya mengejar profit semata, melainkan harus mampu menciptakan nilai yang berdampak panjang bagi peradaban.

"Kehadiran Pascasarjana ITB Nobel dalam forum nasional ini membuktikan dedikasi kami dalam mengawal isu-isu strategis manajemen berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik," ucapnya. 

Disisi lain, perihal adaptasi organisasi ia melanjutkan dunia berubah dengan sangat cepat. Manajemen organisasi yang kaku akan tergilas, maka dari itu adaptabilitas bukan lagi pilihan, melainkan fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkelanjutan. "Kita harus bergeser dari pola pikir jangka pendek menuju pembangunan peradaban. Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menciptakan nilai yang relevan dengan kebutuhan generasi mendatang," tambahnya.

Diketahui, beberapa panelis lainnya yang ikut dalam seminar tersebut diantaranya Prof. Dr. Ir. Andi Aladin Mustami, M.T., IPM dari Universitas Muslim Indonesia (UMI). Lalu ada Dr. Ir. Setiyawan, S.T., M.T. (Universitas Tadulako, Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T. dari Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ria Mardiana Yusuf, S.E., M.Si. (Universitas Hasanuddin) hingga Prof. Dr. Hulman Panjaitan, S.H., M.H. dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.



Berita Lainnya