NIDC -- Program studi Teknik Pertambangan Nobel Indonesia melakukan pelatihan pemetaan dengan media teknologi drone, pada Senin (6/4). Praktikum ini sendiri diambil sebagai bentuk respon terhadap perkembangan teknologi yang menuntut Mahasiswa memiliki keahlian spesifik diluar pemahaman teoritis.
Hal itu diutarakan oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si., dalam memberikan sambutan. "Persaingan sekarang ini di era 5.0 tidak ada lagi istilah kita bekerja tanpa keterampilan khusus. Oleh karena itu, kita berdiskusi khusus untuk prodi Teknik Pertambangan bahwa sertifikasi yang dibutuhkan adalah pemetaan," ujarnya, Ruang 401 Nobel Indonesia, Jl. Sultan Alauddin.
Eks LPMI Nobel Indonesia itu menegaskan bahwa, kegiatan ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan daya saing (employability) lulusan Teknik Pertambangan. Namun, mahasiswa juga didorong untuk lebih proaktif dalam mencari pengembangan diri secara mandiri. "Tentu kita berharap ke depannya, selain yang kita laksanakan secara internal ini, adalah tanggung jawab kami di fakultas bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan. Tapi kami berharap mahasiswa mencari sertifikasi lain di luar dari kegiatan ini karena sangat diperlukan," tambahnya.
Senada, Muh. Arfan Mangolo, S.T., selaku sebagai Sr. Mine Engineer Strategic Plan di Mineral Alam Abadi, memberikan pandangan dari sudut pandang industri. Arfan menegaskan bahwa penguasaan teknologi pemetaan dan drone kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar dalam operasional tambang modern. "Teknologi drone telah merevolusi cara kita melakukan survei dan perencanaan tambang. Pengambilan data yang cepat, akurat, dan aman sangat bergantung pada keahlian operator dalam mengolah data spasial tersebut menjadi rencana strategis yang efisien," ujar Arfan.
Pasca materi, para Mahasiswa melakukan proses pengoperasian drone yang berlangsung di pelataran parkiran didampingi langsung oleh narasumber.
Mereka dipandu untuk mengoperasikan perangkat nirawak, mulai dari teknik take-off, pengambilan citra udara, hingga pemetaan koordinat yang presisi untuk kebutuhan analisis data geospasial.