NIDC -- Sejumlah peserta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, program studi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, resmi dikukuhkan sebagai alumni saat menjalani proses yudisium, Sabtu (21/2).
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. H. Muhammad Idris, S.E., M.Si. dan disaksikan langsung oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Sumber Daya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Karlina Ghazalah Rahman, S.E., M.Ak., M.E., Ak., ACPA, Wakil Dekan II Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. H. Yuswari Nur, S.E., M.Si. hingga, Ketua Program Studi Manajemen, Muthi Syahidah Arifuddin, S.S., M.Hum.
"Hari ini saya mengucapkan selamat dan sukses pada anandaku, sehingga pada hari ini saudara berhak menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.) tentu untuk sampai dititik ini semua membutuhkan proses, dan perjuangan. Mulai proses kuliah, magang, KKN, skripsi dan akhirnya sampai hari ini," ujar Dekan FEB Nobel Indonesia, Dr. H. Muhammad Idris, S.E., M.Si.
Lebih jauh, ia melanjutkan bahwa yudisium yang bergulir hari ini memiliki makna, dan momentum besar bagi para peserta. Setelah itu, kata dia, mereka akan dihadapkan pada fase baru. "Perjalanan ini bukan akhir tapi justru anda akan memasuki dalam fase baru sebuah tantangan yang harus dibuktikan dengan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah, tunjukkan pada masyarakat dimana pun berada dan jadilah duta ITB Nobel Indonesia , tunjukkan kalian punya prestasi, potensi, kemampuan akademik dan perilaku baik," sambungnya.
Olehnya, ia berpesan pada alumni untuk menjaga nama baik almamater Nobel Indonesia. Sebab ujian terberat itu ketika berada ditengah tengah masyarakat dan lingkungan pekerjaan. "Jika dikampus itu diuji oleh kami-kami para dosen, pengelola, diluar nanti kalian akan diuji oleh masyarakat. sberapa pun kemampuan anda, kalian harus punya value, nilai personal yang bisa diandalkan, jadilah contoh dan kebanggaan anda punya kapasitas, integritas, dan bisa diandalkan, apalagi sekarang era digital kemampuan penguasaan IT atau teknologi sangat diperlukan," tukasnya.