NIDC -- Salah satu Dosen di Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, yakni Muhammad Rijal, S.Kom., M.Kom., merasa bersyukur seusai menerima pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kemendiktisaintek tahun 2026.
"Pertama kali lolos hibah skema Penelitan Dosen Pemulai (PDP), rasa senang dan sedikit tertantang, ternyata menulis proposal dengan niat untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat bisa menjadi ide yang didanai oleh pemerintah (Kemendiktisaintek)," ujar Rijal, Jumat (10/4).
Keberhasilan ini, lanjut Rijal, tidak lepas dari dukungan institusional yang kuat. Ia memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) ITB Nobel Indonesia yang terus mengawal proses penyusunan proposal hingga dinyatakan lolos. "Peran LP3M sangat besar. Mereka sangat aktif memberikan koreksi dan masukan konstruktif, sehingga proposal kami memiliki daya saing yang tinggi di antara ribuan proposal lainnya dari seluruh Indonesia," tambahnya.
"Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. Saya sangat berterima kasih kepada LP3M ITB Nobel Indonesia yang teliti dalam melakukan kurasi dan koreksi. Tanpa bimbingan dan standar tinggi yang ditetapkan oleh lembaga, sulit bagi proposal pemula seperti ini untuk bersaing di level nasional." tukasnya.
Senada, Kepala LP3M ITB Nobel Indonesia, Andi Ircham Hidayat, S.Kom, M.Kom., C.IQA., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dosen yang berhasil meraih pendanaan tahun ini. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk kepercayaan negara terhadap kualitas intelektual dosen Nobel.
"Kami berharap keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga mampu memperkuat budaya riset dan pengabdian di lingkungan institusi. Semoga pelaksanaan kegiatan hibah ini dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan luaran yang berkualitas, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan keilmuan, peningkatan reputasi institusi, dan kesejahteraan masyarakat." ucapnya.
Diketahui, puluhan dosen lainnya juga berhasil menerima pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan skema yang beragam. Diantaranya, sembilan tenaga pendidik meraih dana dengan Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR), 1 Skema Penelitian antar Perguruan Tinggi (PKPT) dan Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, 7 dari Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), serta 2 dari Skema Penelitan Tesis Magister.