join_now_merah

Menuju Hajatan ASC , HMA ITB Nobel Indonesia Bedah Integritas Akuntan di Era Digital


09 April 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Menuju Hajatan ASC , HMA ITB Nobel Indonesia Bedah Integritas Akuntan di Era Digital
NIDC -- Menuju hajatan akbar Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia mengadakan Seminar Nasional, Kamis (9/4). Agenda yang berlangsung di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, menghadirkan Laode Arahman Nasir, S.E., M.Ak., selaku pembicara dengan tajuk "Mengembangkan Jiwa Akuntansi Muda yang Berintegritas di Era Transformasi Digital".

Seminar ini menyoroti urgensi adaptasi teknologi bagi calon akuntan. Laode menegaskan bahwa digitalisasi akuntansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang tidak dapat dihindari. "Perubahan ini menuntut kita untuk lebih adaptif. Peningkatan kompetensi dan upgrade pengetahuan menjadi kunci utama agar kita tetap relevan dan mampu bersaing di tengah ekosistem akuntansi yang semakin dinamis," ujar Laode.

Selain membahas peluang, Laode juga memaparkan realita pahit di dunia digital, mulai dari risiko kebocoran data hingga pesatnya fitur-fitur baru yang memicu kesenjangan kompetensi. Ia menekankan bahwa pilihan untuk menjadi "biasa-biasa saja" atau "mengambil peran penting" sepenuhnya ada di tangan individu masing-masing.

"Di era ini, risiko kebocoran data adalah tantangan yang nyaris mustahil dihindari sepenuhnya, sekuat apa pun pertahanan yang kita bangun. Ini sudah menjadi siklus dalam ekosistem digital. Karena kita tidak memiliki kuasa penuh untuk menahannya, maka yang bisa kita kendalikan adalah kesiapan dan respons kita terhadap risiko tersebut," tegasnya. 

Disisi lain, selain dinamika profesi akuntan di era digitalisasi, ia berbicara perihal tekanan terhadap integritas profesional. Kata dia, integritas itu sederhana namun berat.  "Ibarat ujian, integritas adalah keinginan agar hasil yang didapat murni dari pemikiran sendiri. Besok (Jumat), saat kalian bertanding di ASC, silakan 'adu mekanik' dengan jujur. Ukur kemampuan diri tanpa bantuan ChatGPT atau alat curang lainnya. Apa gunanya nilai bagus jika itu bukan hasil kerja utuh dari diri sendiri? Tanpa integritas, kalian akan tertekan oleh ekspektasi yang tidak nyata." tukasnya. 


Berita Lainnya