NIDC — Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruangan 401 Lt. 4.
Dr. Fitriani Latief, S.P., M.M. selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia memaparkan bahwa, agenda ini berfokus pada peninjauan serta penyelarasan RPS pada program studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana agar lebih sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kebutuhan dunia kerja dan industri. "Dalam forum diskusi tersebut, para dosen dan pengelola program studi secara aktif memberikan masukan terkait penguatan struktur RPS, kesesuaian materi pembelajaran, metode pengajaran, hingga sistem evaluasi yang lebih efektif dan berbasis outcome," ujarnya.
Selain itu, pembahasan juga menekankan pentingnya integrasi teknologi serta pendekatan pembelajaran inovatif di tingkat pascasarjana. Ia menyebut suasana diskusi berlangsung interaktif dan konstruktif, dengan berbagai gagasan strategis yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kurikulum serta keseragaman standar pembelajaran di lingkungan Fakultas Pascasarjana.
"Melalui kegiatan ini, Fakultas Pascasarjana berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," lanjutnya.
Disisi lain, Fitri menambahkan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kualitas dan relevansi pembelajaran. “Melalui FGD ini, kita berupaya memastikan bahwa RPS yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Sinkronisasi ini penting agar capaian pembelajaran lulusan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif dosen dalam proses review menjadi kunci dalam menghasilkan RPS yang adaptif dan inovatif. “Kami berharap hasil dari diskusi ini dapat diimplementasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran, sehingga mampu meningkatkan kualitas lulusan Fakultas Pascasarjana yang lebih kompetitif dan profesional,” tukasnya.