join_now_merah

OJK Sulselbar Ingatkan Mahasiswa Nobel Indonesia Bijak Kelola Keuangan dan Keamanan Data Personal


11 May 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

OJK Sulselbar Ingatkan Mahasiswa Nobel Indonesia Bijak Kelola Keuangan dan Keamanan Data Personal
NIDC -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memngingatkan kepada kalangan muda, khususnya mahasiswa, untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menjaga keamanan data pribadi. Hal ini merespons maraknya fenomena pinjaman online (pinjol) yang kerap menjerat generasi muda demi memenuhi gaya hidup.

Asisten Manajer Senior Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar, Citra Aryani Sjahrir, menegaskan dalam Seminar Keuangan yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Pasar Modal (UKM PPM) Nobel Indonesia agar Mahasiswa tidak sekali-kali menyentuh pinjaman untuk kebutuhan konsumtif atau lifestyle.

"Jangan pernah ajukan pinjaman hanya untuk lifestyle. Kecuali untuk hal produktif, silakan. Jangan mudah terbawa arus, jadi harus hati-hati," ujar Citra di Ballroom Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin, Senin (11/5). 

Selain perilaku konsumtif, Citra menyoroti risiko penyalahgunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat utama pengajuan pinjol. 
Ia mengungkapkan banyak kasus di mana data pribadi warga, terutama di daerah pedesaan, disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan modus pemberian bantuan sosial.

"Tolong dijaga data pribadi adek-adek. Banyak kasus KTP dipakai untuk pinjol. Biasanya masyarakat di desa sering alami; ada orang meminta data KTP dengan iming-iming sembako, tapi ternyata dipakai untuk pinjol. Uangnya tidak dapat, tapi diteror oleh debt collector," ungkapnya.

Citra juga berbagi pengalaman pribadinya yang hampir menjadi korban penipuan dengan modus customer service bank gadungan. Ia mengingatkan pemilik kartu kredit untuk melindungi informasi krusial seperti nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, hingga kode CVV.

"Otak saya sempat ngeblank karena cara komunikasinya persis seperti CS bank. Tapi saya tersadar saat mereka meminta CVV, akhirnya tidak saya kasih. Ini bisa terjadi pada siapa saja," tambahnya.

Sebagai langkah preventif tambahan, OJK mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan fasilitas WiFi gratis saat melakukan transaksi atau mengakses data sensitif. Penggunaan WiFi publik dinilai memiliki celah keamanan tinggi yang dapat dimanfaatkan peretas untuk membajak akun pribadi.

"Jangan sampai sering pakai WiFi gratis karena berpotensi akun kita dibajak. Saya sendiri lebih memilih pakai WiFi kantor saja. Banyak yang mau meretas kalau pakai akun gratis. Saya harap pengalaman saya ini bisa menjadi pembelajaran bersama," tutup Citra.

Sementara, Ketua Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si, menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. 

Menurutnya, perkembangan teknologi dan akses layanan keuangan digital yang semakin mudah harus diimbangi dengan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang sehat. "Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi intelektual yang tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas secara finansial. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pasar modal, investasi, perlindungan konsumen jasa keuangan, serta peluang di sektor keuangan modern," ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar dan PT Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI) Cabang Makassar atas kontribusi ilmu dan pengalaman yang dibagikan kepada peserta seminar. 

Sekadar informasi, UKM PPM Nobel Indonesia belum lama ini mengadakan GINFEST 2026 yang bergulir sejak 9 Mei lalu. Dalam acara itu, mereka mengadakan beragam agenda. Diantaranya, Stocklab Competition dan cerdas cermat. 


Berita Lainnya