NIDC -- Nobel Entreprenurship Center (NEC) berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT Nobel Indonesia menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “Brand = Storytelling: Strategi Membangun Identitas Brand yang Berdampak & Menginspirasi”, pada Rabu (22/4). Mahasiswa Nobel Indonesia yang hadir sebagai peserta dalam momen tersebut disambut dengan antusias.
Dalam kesempatan tersebut, Pendiri BERDAUR.ID, Yayang Malil, menekankan bahwa kekuatan sebuah merek saat ini terletak pada narasi autentik di balik produk tersebut. Yayang menjelaskan bahwa nilai sebuah brand tidak lagi hanya ditentukan oleh atribut fisik seperti harga yang kompetitif atau desain kemasan yang unik. Menurutnya, konsumen masa kini lebih tertarik pada cerita fakta yang melatarbelakangi lahirnya sebuah produk.
"Value yang dibangun adalah cerita fakta yang kita highlight. Bukan cuma soal harga murah, kemasan bagus, atau warna unik, tapi cerita di balik itu semua produk yang kalian bangun," ujar Yayang selaku pembicara di Nobel Convention Center.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa kendala terbesar dalam melakukan storytelling bukanlah sekadar teknik bicara, melainkan masalah mentalitas. Ia menyebut kepercayaan diri sebagai fondasi dasar yang harus dimiliki setiap pelaku usaha maupun calon kreator.
"Modal fundamental yang harus kalian punya adalah percaya diri. Kalau storytelling sebuah produk tidak tersampaikan dengan baik, itu karena kurang percaya diri atau merasa insecure," tegasnya.
Yayang juga menyoroti fenomena media sosial saat ini, di mana banyak orang kaya akan akses ke platform digital namun gagal memanfaatkan peluang untuk membangun personal branding. Ia melihat potensi besar bagi generasi muda untuk menjadi konten kreator, seperti beauty vlogger atau penyedia jasa lainnya, asalkan mampu mengemas kemampuan mereka sebagai sebuah "produk".
"Kita melihat apapun yang bisa menghasilkan adalah produk, baik itu jasa maupun barang dalam kemasan. Ini yang harus kalian maksimalkan dengan storytelling. Ketika mampu menyampaikan produk dalam bentuk cerita, di situlah nilai branding terbentuk," tambahnya.
Melalui seminar ini, Yayang Malil mengajak para mahasiswa dan calon wirausahawan untuk lebih berani tampil di media sosial dan konsisten membagikan cerita yang mereka bangun guna menciptakan peluang dan identitas brand yang kuat di masa depan.
Selain Yayang, agenda tersebut juga menghadirkan Bendahara HIPMI PT Sulsel, Muh. Yusran Yusuf sebagai narasumber.