JAWA TIMUR, NIDC -- Rombongan Fakultas Teknologi dan Bisnis (FTB) Nobel Indonesia Institute, melakukan studi banding pada dua kampus ternama di Provinsi Jawa Timur, yaitu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Sejumlah petinggi kampus yang turut bertandang, diantaranya Dekan FTB, Dr.Sylvia Sjarlis, S.E., M.Si., Ak,CA., Wakil Dekan II FTB, Mariah, S.E., M.Pd, Kaprodi Akuntansi, Karlina Ghazalah Rahman, S.E., M.Ak., Ak., ACPA, Kaprodi Sistem dan Teknologi Informasi (STI), Ir.Agunawan, S.Kom., M.Kom., dan Kaprodi Manajemen, Dr.Yuswari Nur, S.E., M.Si.
"Kunjungan kami di Umsida sendiri membahas terkait pemberlakuan Permenristekdikti No 53 terutama dalam hal pengganti tugas akhir (skripsi) bagi mahasiswa tingkat akhir," kata Kaprodi Akuntansi, Karlina Ghazalah Rahman.
Ia melanjutkan, Umsida telah menerapkan pengganti skripsi, jauh sebelum aturan peraturan tersebut dikeluarkan, dimana Mahasiswa dapat mengganti tugas akhir dengan publikasi.
"Persiapan proses publikasi ini sudah dimulai sejak semester 5 melalui mata kuliah metodologi penelitian. Selain itu, kami juga membahas tentang implementasi MBKM yang dimana Umsida sudah memiliki aplikasi ISS-MBKM yang merupakan hasil dari hibah PKKM mereka. Serta hasil laporan MBKM mereka dapat dikonversi ke artikel sebagai bagian dari pengganti tugas akhir (skripsi)," lanjutnya.
Sementara, Kaprodi STI Ir.Agunawan, S.Kom., M.Kom., menambahkan, kunjungan pihaknya di Unesa membahas perihal implementasi OBE dan langkah mengukur pencapaian kurikulumnya. "Pengembangan kurikulum ditangani oleh tim kurikulum, dievaluasi oleh tim kurikulum sebelum diterapkan, dan dievaluasi pelaksanaan kurikulum oleh Unit Penjamin Mutu. Saat ini UNESA sedang menjajaki ke tahap evaluasi pelaksanaan kurikulum OBE berbasis digital," katanya.
Alumnus yang meraih gelar Insinyur di Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu melanjutkan, untuk bisa melakukan evaluasi maka semua mata kuliah sudah harus menginput RPS sampai pada penilaian per pertemuan. "Selanjutnya adalah terkait penerapan MBKM, Unesa menerapkan dua bentuk MBKM yaitu Wajib dan Pilihan. MBKM wajib (ditentukan pada semester tertentu) seperti magang akan dikonversi ke KKN tematik sedangkan MBKM pilihan dapat dikonversi ke 20 SKS dengan menagih output MBKM sesuai dengan mata kuliah yang akan dikonversi, artinya output MBKM harus sesuai dengan CPMK yang dikonversi," tandasnya.
Diketahui, pada studi banding Nobel di Umsida, mereka diterima oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T. Dekan Fakultas Bisnis, Hukum dan Ilmu Sosial, Poppy Febriana, S.Sos., M.Med.Kom. dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Iswanto, S.T., M.MT.
Sementara untuk di Unesa, mereka diterima secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan II, Prof. Dr. Susanti, S.Pd., M.Si., Kordinator Program Studi Bisnis Digital, Hujjatullah Fazlurrahman, S.E., MBA.