NIDC -- Guna mempercepat transformasi digital dan memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan kampus, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia menggelar pelatihan bertajuk "Google Gemini for Education".
Program ini diinisiasi untuk membekali tenaga pendidik dan kependidikan dengan keterampilan memanfaatkan teknologi AI Generatif secara aman, etis, dan produktif demi menunjang efisiensi kerja serta mutu pembelajaran. M. Edward Ranggong (Education Specialist Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara,) selaku pemateri mengatakan bahwa melalui pelatihan Google Gemini for Education ini, ingin memastikan bahwa para dosen dan karyawan ITB Nobel mampu mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk hal-hal substantif, seperti memperkaya bahan ajar, menyusun metodologi riset, hingga mengotomatisasi administrasi kampus secara efisien. "AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi asisten cerdas yang melipatgandakan produktivitas kita," ujarnya, Sabtu (14/2).
Dalam pelatihan intensif tersebut, para peserta dibimbing langsung oleh praktisi teknologi untuk mengeksplorasi fitur-fitur unggulan Gemini Education dan integrasinya dengan ekosistem Google Workspace for Education. Materi pelatihan mencakup pemahaman etika AI, teknik merumuskan instruksi (prompting) yang efektif, hingga praktik langsung pembuatan rancangan pembelajaran berbasis digital.
Selain itu, ia menambahkan bahwa adopsi AI di tingkat perguruan tinggi kini sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan zaman. "Kami di Google for Education berkomitmen untuk mendampingi institusi pendidikan di wilayah Sulawesi dalam mengoptimalkan teknologi AI. Melalui Google Gemini, dosen tidak hanya bisa menghemat waktu dalam menyusun administrasi perkuliahan, tetapi juga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan interaktif bagi mahasiswa. Kuncinya adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab," jelasnya.