Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, pelatihan GMP bagi mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan sangat penting untuk menjamin keamanan dan mutu pangan, mencegah kontaminasi produk, serta menjadi fondasi penting sebelum mempelajari sistem yang lebih lanjut seperti HACCP.
“Kegiatan ini dilakukan guna untuk membekali mahasiswa kami melalui praktik di laboratorium, kunjungan langsung ke industri, serta pelatihan bersertifikasi untuk memastikan pemahaman tentang GMP dan SSOP benar-benar teruji,” ujarnya.
Kata dia, ini merupakan langkah dan upaya yang dilakukan prodi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa untuk bisa memudahkan bersaing dalam memperoleh pekerjaan nantinya maupun memulai bisnisnya sendiri.
Disisi lain, Dekan Fakultas Teknologi Industri Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si, menambahkan agenda ini disenutnya sebagai upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam bidang pengolahan hasil perikanan yang berkualitas, higienis, dan sesuai standar industri pangan.
“Ini menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan kompetensi lulusan agar siap menghadapi kebutuhan dunia industri dan dunia kerja yang semakin kompetitif,” sambungnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap standar keamanan pangan, sanitasi, dan sistem produksi yang baik merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep GMP secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik pengolahan hasil perikanan secara profesional.
“Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Fakultas Teknologi Industri dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan peningkatan employability skills mahasiswa melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta dan diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri pengolahan hasil perikanan di masa mendatang,” tukasnya.