NIDC -- Puluhan Mahasiswa program studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI), Fakultas Teknologi Industri (FTI) Nobel Indonesia resmi diyudisium.
Momen sakral ini menandai keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi mereka selama kurang lebih empat tahun.
Dalam sambutannya, Dekan FTI ITB Nobel Indonesia, Dr. Abdullah, S.E., M.Si., menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari ujian yang sesungguhnya di dunia kerja dan industri profesional. Dinamika dunia luar yang terus berubah dinilai akan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi lulusan bidang teknologi informasi.
Perkembangan teknologi seperti Cyber Security, Big Data, hingga Artificial Intelligence (AI) menuntut para alumni untuk terus beradaptasi agar tidak tertinggal. "Persaingan di luar sana itu seperti kita mengendarai sepeda. Kapan kita berhenti mengayuh, kita pasti akan ditabrak dari belakang, dari samping, atau bahkan jatuh sendiri. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti belajar dan sesuaikan diri dengan perkembangan yang ada," tegasnya.
Disisi lain, menyampaikan rasa syukur dan selamat kepada para peserta yudisium yang telah berhasil melewati seluruh tahapan akademik, mulai dari masa perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir. "Perjuangan hari ini adalah wujud dari apa yang kita petik selama ini. Saya selalu berprinsip, lebih baik 'hampir tidak lulus' daripada 'hampir lulus'. Karena hampir tidak lulus itu artinya kalian tetap lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Komputer (S.Kom)," kata dia.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tidak melupakan peran dan doa orang tua serta keluarga yang telah mendukung mereka selama menempuh pendidikan di ITB Nobel Indonesia. Pihak fakultas secara khusus menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada orang tua mahasiswa atas kepercayaan mereka.
Selanjutnya, ratusan alumni Nobel Indonesia akan menjalani prosesi Wisuda pada 17 Juni mendatang, di Hotel Claro, Jl. A.P. Pettarani.