join_now_merah

Lepas Konjen Australia di Makassar, Direktur Networking dan Partenership Dampak Besar Bagi ITB Nobel Indonesia


24 July 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Lepas Konjen Australia di Makassar, Direktur Networking dan Partenership Dampak Besar Bagi ITB Nobel Indonesia
NIDC -- Direktur Networking dan Partnership Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Ahmad Ikram, S.T., M.M. menghadiri farewell dinner yang diselenggarakan oleh Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, pada Kamis (23/7).

Kehadiran perwakilan ITB Nobel Indonesia tersebut merupakan bentuk penghormatan atas purnatugas Konjen Australia di Makassar, Mr. Todd Dias, yang telah menyelesaikan masa jabatannya selama tiga tahun, terhitung sejak Juni 2023 hingga Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ikram menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi serta kontribusi signifikan Konjen Australia dalam memajukan sektor pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan, khususnya bagi ITB Nobel Indonesia. "Kontribusi Bapak Todd Dias dan jajaran Konjen Australia di Makassar sangat besar bagi kemajuan dunia pendidikan. Kolaborasi yang terjalin selama tiga tahun terakhir telah membuka banyak peluang strategis bagi civitas akademika kami," ungkapnya. 

Disisi lain ia mengungkapkan, selama masa kepemimpinan Todd Dias, terdapat sejumlah inisiatif dan program strategis yang berhasil diwujudkan bersama ITB Nobel Indonesia. Di antaranya yaitu inisiasi kerja sama akademis dengan Central Queensland University, kemitraan strategis dengan Academy of Entrepreneurs Australia, pelaksanaan program English Camp bersama SMAN 5 Gowa, serta dukungan penuh terhadap pembentukan Global Center sebagai hub informasi pendidikan Australia di Makassar.

"Kerja sama yang telah diinisiasi, seperti penguatan jaringan internasional dan pendirian Global Center, menjadi fondasi penting bagi ITB Nobel Indonesia dalam mencetak lulusan berkualifikasi global dan berjiwa kewirausahaan," tukasnya. 

Sebelumnya, Konjen  Australia, Mr. Todd Dias turut memberikan pandangannya, ihwal peluang kerjasama Indonesia dengan negaranya dalam Kuliah Umum yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Selasa (28/10/25). Dalam kuliah umum yang bertema "Kewirausahaan, Teknologi dan peluang Pemuda kerjasama Indonesia-Australia", ia melihat kolaborasi tersebut sangat besar. Namun yang terbesar kata dia, adalah sektor pendidikan.

"Saya rasa pendidikan sangat besar. Namun disisi lain, ada banyak hubungan dan peluang, misalnya film making, ekonomi kreatif (ekraf), atau animasi," ujar Todd di Ballroom ITB Nobel Indonesia, Jl. Sultan Alauddin. 

Terlebih, jika semisal ada ide yang digagas oleh orang Indonesia lalu mendapatkan perusahaan Australia untuk membuat sebuah gagasan, menurutnya kesempatan itu terbuka lebar. Peluang Indonesia mengajukan proposal untuk berbisnis di negeri kangguru sangat besar. Hanya saja, tentu dikembalikan pada masyarakat setempat. 

"Saran saya terhadap teman-teman yang berminat dalam kewirausahaan, sama halnya dengan orang yang apply Beasiswa. Berarti harus semangat dan tidak perlu khawatir untuk gagal. Karena banyak sekali orang yang apply satu kali tidak berhasil langsung putus asa. Misalnya ya, salah satu kursus UMKM, pernah saya ketemu dengan orang Indonesia antusiasmenya besar dan senang dia coba 9 kali. Dan saya yakin kalau ada orang yang berhasil satu kali, selamat. Tapi, jika ada orang yang tidak berhasil namun masih bersemangat, dan mengulangi lalu berhasil, maka itu jauh lebih baik," tutupnya. 

Diketahui, Mr. Todd Dias selanjutnya digantikan oleh Sanchi Davis. Hal itu  diumumkan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong melalui laman resmi foreignminister.gov.au, Ahad atau Minggu, 5 Juli 2026.

"Ibu Sanchi Davis merupakan diplomat karier di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade/DFAT). Jabatan terakhirnya adalah sebagai pejabat penghubung (liaison officer) di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) melalui penugasan khusus (secondment), saat bertugas di Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Sebelumnya, ia juga pernah menjalankan penugasan di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Nigeria," kata Penny Wong dalam siaran pers. 

Acara perpisahan ini dihadiri sejumlah kepala daerah, mantan kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, Forkopimda, pemimpin perusahaan, akademisi, penerima beasiswa di Australia, dan mitra lainnya.





Berita Lainnya