join_now_merah

IAI Sulsel Perkuat Keilmuan Mahasiswa Akuntansi Nobel Indonesia


07 June 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

IAI Sulsel Perkuat Keilmuan Mahasiswa Akuntansi Nobel Indonesia
NIDC -- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sulawesi Selatan resmi menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) yang berfokus pada penguatan kompetensi "Rasa" Akuntan, Data Analytics, Financial Worksheet Mastery, serta integrasi Artificial Intelligence (AI), bagi Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Ahad (7/6). 

Acara ini diselenggarakan untuk membekali para profesional dan mahasiswa akuntansi agar siap menghadapi pergeseran lanskap industri global yang kini didominasi oleh teknologi kecerdasan buatan. Ketua Departemen Pengembangan Profesi IAI Wilayah Sulawesi Selatan, Dr. Habib Muhammad Shahib, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA, selaku pemateri utama menegaskan bahwa profesi akuntansi saat ini tengah mengalami evolusi masif. 

"Peran akuntan yang semula berfokus pada entri data konvensional kini bergeser penuh menjadi peran analisis, kontrol, penyusunan narasi bisnis, serta pengambilan keputusan strategis," ujarnya di ITB Nobel Indonesia, Jl. Sultan Alauddin. 

Dalam pemaparannya, ia menyoroti konsep 'Rasa' akuntan sebagai fondasi yang tidak dapat digantikan oleh teknologi computational secerdas apa pun. 
Habib berujar, konsep ini didefinisikan sebagai gabungan pemahaman standar akuntansi, bukti transaksi, realitas bisnis, perpajakan, skeptisisme profesional, serta pertimbangan etis yang memungkinkan seorang akuntan menilai kewajaran sebuah angka di balik laporan keuangan.

IAI Sulawesi Selatan juga memosisikan AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai 'kalkulator baru' yang berfungsi mempercepat proses kerja, analisis awal, dan perancangan dokumen. Kendati demikian, Dr. Habib memperingatkan risiko halusinasi data dan bias konteks lokal pada platform AI, sehingga validasi manual berbasis pembuktian otentik (tie-out) dan kontrol ketat pada worksheet tetap sepenuhnya berada di tangan manusia.

"Selain integrasi AI melalui teknik prompting terstruktur berskema R-C-T-O-F (Role, Context, Task, Output, Fact-check), PPL ini turut mengedukasi peserta mengenai arsitektur spreadsheet yang sehat melalui pemisahan komponen Input, Logic, Output, dan Control. Langkah ini dinilai krusial guna menekan celah kesalahan logika dan mempermudah proses audit trail di era kerja remote berskala internasional," ujarnya. 

Di akhir sesi, Dr. Habib membagikan peta jalan (roadmap) 90 hari bagi mahasiswa dan praktisi untuk menguasai integrasi ekosistem AI premium dan portofolio data. "Terinspirasi dari falsafah pelaut Bugis-Makassar, bahwa perubahan global harus diarungi dengan ketangguhan, di mana akuntan masa depan yang unggul adalah mereka yang kuat secara konsep, menguasai teknologi secara aman, serta mampu memberikan rekomendasi strategis bernilai tinggi bagi bisnis," tukasnya. 


Berita Lainnya