join_now_merah

Alumni Nobel Indonesia Bedah Sinergi Pemerintah & Wirausaha Muda


13 April 2026 Nobel Indonesia Digital Creative

Alumni Nobel Indonesia Bedah Sinergi Pemerintah & Wirausaha Muda
NIDC – Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini mengemuka dalam sesi Alumni Talk bertajuk "Strengthening Collaboration, Pemerintah dan Wirausaha Muda" yang digelar oleh Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Senin (13/4).

Dalam sesi tersebut, Alumni ITB Nobel Indonesia, H. Andi Amil Amrillah, J. Sangaji., S.STP., S.H., M.A.P., M.M. menyoroti fenomena wirausaha yang umumnya didominasi usia 30-40 tahun.  Namun, apresiasi tinggi diberikan kepada mahasiswa ITB Nobel yang sudah berani memulai bisnis, seperti usaha ricebowl, di sela-sela kesibukan akademik mereka.

"Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan kolaborator. Salah satu bentuk penguatan kolaborasi nyata adalah melalui pemberian bantuan dan kemudahan bagi pelaku UMKM muda," ujar Alumnus Fakultas Pascasarjana itu di Nobel Convention Center, Jl. Sultan Alauddin. 

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa pengembangan wirausaha di Takalar kini berhasil menduduki peringkat ketiga di Sulawesi Selatan berkat penerapan konsep kolaborasi yang melibatkan pemerintah, media massa, akademisi, industri bisnis, hingga komunitas. Meski begitu, tantangan besar masih ada pada pemahaman mahasiswa mengenai legalitas usaha.

Menurutnya Mahasiswa Nobel Indonesia  harus melek perizinan. Menjadi pengusaha bukan hanya soal jualan, tapi bagaimana bisnis tersebut bermanfaat bagi masyarakat dengan landasan legalitas yang jelas. "Saya melihat masih banyak mahasiswa yang kurang paham soal perizinan. Sebagai alumni Nobel, kalian harus hafal dan paham hal ini. Kalau mau bisnis kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari hal mendasar: lengkapi KTP, NPWP, NIB, hingga izin BPOM atau PIRT. Legalitas adalah kunci agar usaha kita dipercaya dan bisa berkembang lebih jauh." lanjutnya. 

"Jadilah pengusaha yang tidak hanya pandai melihat peluang, tapi juga bijak dalam menjalin sinergi. Sebab di era sekarang, bukan lagi waktunya untuk berkompetisi sendirian, melainkan saatnya berkolaborasi untuk tumbuh bersama." tutupnya. 


Berita Lainnya