GOWA, NIDC -- Sejumlah pengusaha lokal di Desa Tassese, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa mendapat pendampingan Dosen Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia. Dalam agenda yang bertajuk, “Inovasi Produk Gula Aren untuk Meningkatkan Kualitas dan Nilai Ekonomi Produk Lokal BUMDesa Mangngallebaji Desa Tassese” dihadiri oleh Ketua Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang juga Dosen dari prodi Sistem dan Teknologi Informasi Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Raden Wirawan, S.E., S.Kom., M.Kom.
Dalam kesempatan tersebut, Raden Wirawan menyampaikan apresiasinya pada terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendiktisaintek atas dukungan hibah yang memungkinkan terlaksananya program ini. "Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita, khususnya agenda peningkatan produktivitas dan transformasi ekonomi inklusif berbasis potensi desa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu serta nilai ekonomi produk lokal BUMDes melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan berbasis potensi desa," katanya, Kamis (30/10).
Olehnya, dengan kegiatan ini, sambung Raden, Desa Tassese menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal berbasis inovasi, teknologi tepat guna, dan kemitraan berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Sementara, Ketua BUMDes Mangngallebaji, Muhammad Agus Naskad berujar, tim dosen dan Mahasiswa sangat membantu untuk memahami cara meningkatkan mutu produk dan memperluas pasar. Ia menilai kegiatan ini benar-benar membuka wawasan dalam mengelola BUMDes secara lebih professional. " Selaku mitra kami berterima kasih atas bantuan alat produksi dan pelatihannya. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas usaha BUMDes kami depan," sambung Agus.
Diketahui, selain Raden Wirawan, S.E., S.Kom., M.Kom., ia didampingi oleh Imriani Idrus, S.E., M.M. dan selaku anggota Muhammad Rijal, S.Kom., M.Kom. Selain itu, turut hadir Mahasiswa program studi Sistem dan Teknologi Informasi Nobel Indonesia, Arfadilah Amir dan Zulfikar. Kedua anggota PKM tersebut, menjelaskan ihwal pentingnya penerapan teknologi tepat guna agar proses produksi gula aren lebih efisien dan higienis, tanpa menghilangkan kearifan lokal. Tak itu saja, para peserta yang hadir diberikan pendampingan strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk lokal di pasar modern.