Workshop Penyusunan RPS, Momentum Menjawab Kebutuhan Industri

MAKASSAR, NIDC — Puluhan dosen lingkup Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia telah menyelesaikan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr.H. Badaruddin, S.T., M.M, berharap seusai workshop penyusunan RPS, rancangan yang telah disusun mampu menjawab kebutuhan industri yang menjadi tujuan bagi lulusan Nobel. “Dan juga RPS yang disusun itu bisa diimplementasikan oleh dosen, sehingga capaian yang diharapkan mata kuliah itu bisa terpenuhi sesuai dengan diharapkan” kata Badaruddin, Jumat (3/12).

Secara umum, kata Mantan Ketua Yayasan Pendidikan Nobel Indonesia itu, workshop penyusunan RPS merupakan ujung dari proses perubahan kurikulum Nobel menjadi MBKM.

Meski sejak dini perubahan metode RPS telah dilakukan, namun perkembangan yang kian berubah membuat pihaknya harus melakukan penyesuaian kurikulum. “Oleh karena itu, disamping kita melakukan perubahan kurikulum, kita mnyusun RPS yang baru menyesuaikan dengan perkembangan kondisi terkini yang membuat betul-betul mahasiswa yang diluluskan Nobel sesuai dengan kompetensi yang diinginkan,” tukasnya.

Disisi lain, Kepala Lembaga Penelitian dan Publikasi Nobel Indonesia (LP2NI), Dr. Muhammad Hidayat,S.E., M.M. memaparkan, untuk pelaksanaan workshop diharapkan semua RPS sudah dapat disusun sesuai dengan konsep MBKM. “Untuk menapai idealisme tersebut maka kita tekah melakukan rekonstruksi kurikulum yang berdasar pada OBE (obyektif Based Education),” tuturnya.

Seusai penyusunan RPS dan Konstruksi Kurikulum berdasar OBE kampus, sambung Hidayat, pihaknya sudah benar benar siap mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka secara komprehensif.

Sebelumnya ia menyebut, ada beberapa point penting yang diberikan kepada dosen lingkup Nobel Indonesia. Diantaranya, dosen harus siap menghadapi tuntutan perubahan zaman. “Dosen harus siap dengan konsep kampus merdeka-merdeka belajar dimana dosen harus menjadi dosen penggerak dan fokus pembelajaran pada Mahasiswa (Student Centered Learning),” katanya di Ballroom Nobel Convention Center.

Selain itu, kata dia, poin penting lainnya ialah Dosen harus mampu yang mengadopsi kebutuhan pada program Kampus Merdeka-Merdeka Belajar. “Pengembangan konten pembelajaran yang memadukan pada teori praktek dan praktikum yang disesuaikan dengan tuntutan pasar, terutama terkait dengan revolusi industri 4.0 dan juga society 5.0,” tukasnya.

Diketahui, workshop penyusunan RPS MBKM telah bergulir sejak 29 November hingga 1 November 2021 di Hotel D’Maleo, Jalan Pelita Raya.
RPS adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *