Tiga Mahasiswa Alumnus MBKM Berbagi Pengalaman Kepada Penerima KIP

MAKASSAR, NIDC — Tiga Mahasiswa yang usai menjalani program MBKM Wirausaha Merdeka berbagi pengalamannya kepada Mahasiswa penerima KIP, Jumat (17/3). Mereka adalah Maryanti, Andi Mappasugi Jantan, dan Ibrahim. Diketahui, ketiganya telah melaksanakan program tersebut selama 1 semester di Institut Pertanian Bogor beberapa bulan lalu.

Ibrahim menyampaikan sejumlah poin khusus ihwal program MBKM Wirausaha Merdeka, utamanya dari sisi tujuan dan manfaatnya. Tujuannya, mendorong kepada Mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi manajerial, finansial, adaptasi teknologi, aktualisasi kreativitas, kemampuan beradaptasi hingga pengembangan kemampuan dalam menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. “Selain itu, manfaat dari program Wirausaha Merdeka ini yaitu mahasiswa mendapatkan pembekalan spesifik sehingga mampu memiliki entrepreneurial mindset yang secara berkepanjangan dapat mengembangkan embrio-embrio bisnis baru serta berkontribusi pada peningkatan kapasitas lulusan perguruan tinggi, peningkatan kompetensi dan daya kerja mahasiswa,” ujarnya, di Ballroom Nobel Convention Center.

Ibe sapaanya menambahkan, sejumlah mahasiwa banyak mempertanyakan ihwal syarat pendaftaran, berkas yang dibutuhkan, sampai kendala yang dirasakan selama merasakan program. Merespon itu, Ibe menjelaskan untuk mengetahui prosedur pendaftaran dari program MBKM tersebut bisa dilihat dan didapatkan melalui laman kampus merdeka yang diantaranya yaitu melalui website dan instagram. “Berkas persyaratan untuk mengikuti program ini yaitu mendapatkan surat rekomendasi dari kampus, mendapatkan surat izin orang tua, surat pernyataan tidak sedang mengikuti program MBKM lain, Surat pernyataan peserta program MBKM, transkrip nilai dan personal statement. Dan untuk mengenai pertanyaan pengalaman, beberapa fase pengalaman yang kami dapatkan diantaranya seperti mendapatklan banyak relasi, mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi di tanah Jawa, dan bisa praktek bisnis secara langsung baik itu menjalin kerjasama dengan perusahaan lain maupun dengan beberapa teman Wirausaha Merdeka dari kelompok lain,” tuturnya.

Sementara, Maryanti melanjutkan dari sisi kendala, mereka tak menampik bahwa program ini memang membutuhkan dana yang memadai agar ketika berada di daerah tempat mengikuti program itu bisa mencukupi kebutuhan harian. “Namun disisi lain kami bersyukur sebab ada keringanan yang diberikan dari program wirausaha merdeka tersebut dengan memberikan fasilitas tempat tinggal dan juga tentu dari kampus Nobel juga memberikan kami biaya transportasi untuk berangkat ke Jakarta – Bogor dan juga untuk kepulangan dari Jakarta ke Makassar,” terangnya.

“Yang paling penting adalah restu dari orang tua, restu dan dorongan pihak kampus seperti dosen, kaprodi hingga ke pak Rektor. Sehingga dengan restu dan dukungan tersebut kita bisa lebih yakin untuk menghadapi segala bentuk tantangan yang akan kita temui pada saat menjalani program MBKM tersebut,” sambungnya.

Disisi lain, Andi Mappasugi Jantan mengingatkan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti program MBKM, ada banyak benefit yang bisa didapat. Salah satunya, pengalaman yang tak ternilai sampai relasi yang luas. “Kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat membantu kita dalam perkembangan dan pertumbuhan diri kita untuk kedepannya. Jadi mendorong sekaligus membuktikan bahwa dengan ikut serta pada setiap program MBKM yang ada itu mampu menambah kualitas diri kita jika kita benar-benar mau memanfaatkan keadaan yang ada dan tentu kita turut membanggakan kampus asal kita, Nobel Indonesia apa bila mahasiswanya bisa bersaing secara nasional,” tegasnya.