STIE Nobel Indonesia Gelar Sosialisasi Kebijakan Kampus Merdeka

MAKASSAR, NIDC—Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia sosialisasikan implementasi kebijakan pendidikan Kampus Merdeka—Merdeka Belajar. Sosialisasi yang diikuti kurang lebih 100 mahasiswa ini dilaksanakan secara daring dan juga luring, Senin (5/7/2021).

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Nobel Indonesia, Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si., dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa sosialisasi diselenggarakan guna memberikan pemahaman dan pengarahan kepada mahasiswa STIE Nobel Indonesia mengenai implementasi dari kebijakan Kampus Merdeka.

“Mahasiswa harus mampu mengembangkan potensi dan kreativitas selama berada di lingkungan kampus. Perguruan tinggi juga siap mewujudkannya melalui kebijakan pendidikan Kampus Merdeka,” terang Dr. Ahmad Firman.

Ketua Lembaga Penelitian dan Publikasi Nobel Indonesia (LP2NI), Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M., yang juga adalah ketua tim penyusun kurikulum kebijakan Kampus Merdeka-STIE Nobel Indonesia, pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa, dari keempat program pokok kebijakan Kampus Merdeka, salah satunya dan yang paling menarik adalah hak belajar tiga semester diluar program studi (prodi). Satu semester di luar prodi pada perguruan tinggi yang sama, dan dua semester di luar program studi di perguruan tinggi berbeda.

“Hak belajar ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengecap berbagai macam ilmu. Ini penting agar kompetensi lulusan perguruan tinggi baik soft skills maupun hard skills-nya semakin kuat dan juga berkembang,” jelasnya. 

“Apalagi di era revolusi industri 4.0 ini, semua profesi menuntut ilmu lintas disiplin. Hampir semua profesi membutuhkan kombinasi dari beberapa disiplin ilmu,” katanya.

Kebijakan Kampus Merdeka yang dicetuskan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini hadir untuk mempercepat inovasi di bidang pendidikan tinggi. Tujuannya agar pendidikan tinggi mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dalam menghadapi perubahan dan juga relevan dengan kebutuhan zaman.

Terkait pelaksanaan dari kebijakan Kampus Merdeka ini, Dr. H. Muhammad Hidayat menjelaskan mengenai bentuk-bentuk kegiatan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, diantaranya ada kegiatan magang atau praktek industri, kegiatan proyek sosial untuk membantu masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil, pertukaran pelajar, melakukan kegiatan penelitian atau riset akademik, mengembangkan kegiatan kewirausahaan, dan juga mengembangkan proyek independent. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *