STIE Nobel Indonesia Puji Pemkab Pangkep Dorong Peningkatan IPG

MAKASSAR, NIDC—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep memberi perhatian khusus terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG). Pasalnya, IPG penting dalam pemberdayaan masyarakat. Terutama memaksimalkan peran perempuan. 

Pentingnya peningkatan IPG juga jadi perhatian STIE Nobel Indonesia. Hal itu jadi salah satu pembahasan saat melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Bori Appaka, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Selasa, (15/6/2021). Tema yang diusung yakni Peningkatan Potensi Sumberdaya Daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber dosen STIE Nobel Indonesia, Dr. Andi Ririn Oktaviani, S.E., M.M dan Andi Widiawati, S.E., M.M., yang didampingi oleh tim dosen lainnya Andi Marlinah, S.E., M.M dan Nurhaeda Z, S.E., M.M.

Dalam materinya, Dr. Andi Ririn Oktaviani memaparkan tentang Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia yang menunjukkan tren perbaikan beberapa tahun terakhir ini.

“IPG Indonesia beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang konsisten. Hal ini didorong dengan adanya regulasi pemerintah yang responsif tentang penyetaraan gender, untuk menurunkan kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam proses pembangunan yang telah diperluas hingga mencakup perencanaan dan penganggaran yang inklusif gender, “jelasnya. 

Dalam materinya ia juga memaparkan data bahwa di tahun 2019, Anggaran Responsif Gender (ARG) pada Belanja Langsung Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pangkep sebesar Rp 1.632.430.494,63. Dengan realisasi pada beberapa program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama bagi perempuan.

“Hal ini sebagai momentum yang baik bagi masyarakat Kabupaten Pangkep khususnya di Kelurahan Bori Appaka untuk memanfaatkan potensi sumberdaya daerah menjadi produk-produk unggulan yang bernilai ekonomis serta bernilai jual. Salah satunya dalam bentuk olahan nugget praktis, higienis, dan sehat. Perempuan dapat lebih memberdayakan potensi dan mengembangkan kreativitasnya sehingga dapat membantu perekonomian keluarga, “terangnya.

Kegiatan ini diapresiasi oleh Lurah Bori Appaka, Dewi Sartika, S.H., M.M. Dia menyatakan bahwa warga sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut, karena mendapatkan ide untuk memulai memanfaatkan potensi daerahnya menjadi produk bernilai jual.

Diharapkan melalui pemaparan dan demonstrasi mengolah bahan baku menjadi barang jadi bernilai jual ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk berpartisipasi dalam kegiatan perekonomian, tutup Andi Widiawati, S.E., M.M., yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *