STIE Nobel Indonesia Adakan Seleksi Wawancara Penerima KIP-Kuliah 2021

MAKASSAR, NIDC— Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia mengadakan seleksi wawancara bagi calon mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) Tahun 2021. Kegiatan berlangsung di ballroom lantai dua STIE Nobel Indonesia, Senin 12 Juli 2021. Proses wawancara berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua STIE Nobel Indonesia, Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M., saat membuka acara seleksi wawancara penerima KIP-Kuliah tersebut mengatakan bahwa STIE Nobel Indonesia adalah perguruan tinggi yang mendedikasikan diri mencetak alumni-alumni yang berkompeten di bidang entrepreneurship.

“Jadi fokus kami bukan hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga lulusan yang siap membuka lapangan pekerjaan,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut Dr. H. Mashur Razak juga menyampaikan bahwa kurikulum yang diterapkan di STIE Nobel Indonesia adalah kurikulum berbasis entrepreneurship. Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa diwajibkan memiliki badan usaha sendiri yakni CV (Persekutuan Komanditer).

Harapan kami, pasca kelulusan nanti mahasiswa STIE Nobel Indonesia bisa merintis dan mengembangkan usahanya sendiri, sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

“Mengenai kualitas institusi, STIE Nobel Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dikatakan demikian karena berdasarkan pengumuman Dirjen Dikti tanggal 17 Agustus 2020, STIE Nobel Indonesia berada pada peringkat pertama kategori sekolah tinggi untuk wilayah Sulawesi, yang dinaungi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX,” ungkapnya.

Tentang akreditasi, Dr. H. Mashur Razak juga memperkenalkan bahwa semua jurusan yang ada di STIE Nobel Indonesia akreditasinya adalah B.

Diketahui KIP-Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud Ristek bagi lulusan SMA/SMK/MA dan sederajat, yang memiliki potensi akademik bagus tapi memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Bantuan pemerintah ini dalam upaya mendorong pemerataan pendidikan tinggi.

Melalui KIP-Kuliah, perguruan tinggi salah satunya STIE Nobel Indonesia diharapkan dapat membuka akses pendidikan lebih luas.

Hadir selaku tim pewawancara pada kegiatan tersebut yakni Ketua Jurusan Manajemen STIE Nobel Indonesia —Yuswari Nur S.E., M.Si., Ketua Jurusan Akuntansi—Indrawan Azis, S.E., M.Ak., dan Sekretaris Jurusan Akuntansi—Karlina Ghazalah Rahman, S.E., M.Ak. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *