Silaturahmi ke Harian Fajar, Bawa Misi Spirit Entrepreneur

MAKASSAR,NIDC — Selama sepekan terakhir, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr. H. Badaruddin, S.T., M.M tak hentinya membangun serta mempererat silaturahmi dengan sejumlah mitra. Salah satunya dengan Harian Fajar, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (11/11).

Mantan Ketua Yayasan Nobel Makassar itu didampingi oleh Wakil Rektor I bidang pendidikan, Dr.Ahmad Firman, SE., M.Si, Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum dan Kerjsama, Ridwan, SE., M.Si., Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Mariah, S.E., M.Pd, Kabag Kerjasama, Ali Murdhani Ngandoh, SE., M.Si, hingga Kaprodi Manajemen, Yuswari Nur, SE., M.Si.

Kehadiran Badaruddin sendiri membawa misi melahirkan lulusan entrepreneur yang memiliki daya saing tinggi dan unggul. Ia mengatakan kampusnya memiliki banyak penyegaran dalam memajukan dunia pendidikan. Mulai dari penambahan program studi, kurikulum, dan program dalam melahirkan lulusan berkompeten. “Semester baru ini kita telah menambah satu program studi (prodi) dan ini menarik,” ucapnya.

Prodi yang dimaksud yakni Sistem dan Teknologi Informasi. Di Indonesia Timur, belum ada. Apalagi antusiasnya juga baik.”Sudah ada 30 mahasiswa yang memilih studi ini,” sambungnya.

Bukan hanya itu, perubahan dari STIE Nobel menjadi Institut Teknologi tak lepas dari capaian sebelumnya sebagai sekolah tinggi terbaik di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tentu, ini menjadi tantangan Nobel saat ini.

Apalagi dengan mengusung visi misi internasional diharapkan dapat terus berkembang, sehingga langkah selanjutnya menjadi universitas dapat segera terealisasi.

Makanya, dalam melahirkan mahasiswa berkompen, Badarudin mengakui ITB Nobel punya tahapan yang mesti dimiliki para mahasiswa sebelum menamatkan pendidikan. Artinya, mahasiswa tercatat telah sampai di semester lima maka sudah diwajibkan merancang dan memiliki badan usaha sebagai salah satu syarat kelulusan.

“Ini sudah berjalan tiga tahun lalu. Nobel terus membekali mahasiswa dengan kurikulum Spirit Entrepreneur. Jadi kalau mau lulus harus punya badan usaha sendiri,” urainya.

Ia pun menegaskan dari awal ITB Nobel berkhidmat agar tidak melahirkan lulusan menganggur, lantas jadi beban. Sebaliknya, mereka keluar dengan usaha matang yang dimiliki menjadikan solusi bermanfaat bagi masyarakat.

Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia, Dr Ahmad Firman, SE.,M.Si menambah, jika kedepan rektor akan melakukan banyak kerjasama sama dengan pemerintah daerah (pemda).

Sebab, Pemda mulai merasakan bagaimana ITB Nobel menularkan jiwa entrepreneur ke para ASN sehingga peminat kerjasama dengan daerah cukup besar.

“Fokus kita memang Entrepreneur. Kita berupaya memperlebar kerjasama dengan banyak daerah. Apalagi internal kita, perkuatan inkubator mahasiswa terus kita matangkan,” tukasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *