Rektor Nobel Indonesia Tekankan Penguasaan Kompetensi

MAKASSAR, NIDC — Peningkatan kompetensi menjadi salah satu indikator yang harus dikuasai. Tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itulah yang disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr. Mashur Razak, S.E. M.M saat bertandang di dua Kabupaten. Yakni Kec.Tanete Rilau, Kab.Barru dan Kec.Marang Pangkep, Kamis (9/9) kemarin.

Dirinya menjelaskan, sejumlah persyaratan yang harus ditempuh untuk bisa eksis di era industri 4.0 adalah penguasaan kompetensi.

“Salah satu strategi untuk meningkatkan kompetensi adalah melalui pendidikan,” kata Mashur Razak, Jumat (10/9).

Lebih lanjut ia melanjutkan, salah satu bentuk kontribusi ITB Nobel dalam membantu meningkatkan kompetensi SDM yaitu memberikan keringan biaya bagi ASN, berupa pembebasan biaya SPP sebesar Rp6 juta.

“Selain itu, potongan biaya BPP menjadi 3 juta/persemester. Selain itu SPP dapat diangsur 500.000 perbulan, sehingga sangat terjangkau bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan di ITB Nobel,” jelasnya.

Kemudahan lainnya yang diberikan bagi ASN di Sulsel ialah perkuliahan dapat dilakukan secara daring (online).

“Selama sosialisasi para ASN dan honorer di kedua kecamatan tersebut memberikan respon yang cukup baik,” tukasnya.

Terlebih kata dia, ITB nobel memiliki reputasi akasemik yang cukup baik. Pada clasterisasi Kemendikbud tahun 2020, Nobel berada diperingkat 3 dan peringkat 1 kategori sekolah tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *