Pembina ITB Nobel Indonesia : Dosen Harus Punya Integritas dan Inovasi

MAKASSAR, NIDC — Dosen sebagai garda terdepan kampus diharapkan mampu mengaplikasikan dua hal. Yaitu integritas dan inovasi. Hal itulah yang disampaikan Pembina Yayasan Pendidikan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Mutiawan M. Handaling dalam rapat dosen di Kampus ITB Nobel Indonesia, Jalan Sultan Alauddin, Rabu (29/9) pagi tadi. “Ada ekpektasi yang kami minta ke Bapak/Ibu (Dosen), yaitu integritas. Kami tidak mau lihat lagi ada mahasiswa yang mengeluh atau curhat. Kami tidak mau mendengar ada paksaan kepada Mahasiswa,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan,ia beranggapan jika hal itu tak diindahkan oleh Dosen, maka tentunya akan memberi dampak buruk. Tidak hanya bagi dosen itu sendiri, melainkan juga bagi kampus.

Selain itu, kata dia inovasi menjadi poin penting lainnya yang termaktub dalam visi misi ITB Nobel Indonesia. “Inovasi dalam informasi dan teknologi tak hanya dimiliki oleh IT, tapi juga harus dimiliki oleh diri kita sendiri. Kami harap dosen terus mengupgrade diri, menambah sesuatu yang baru,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan ITB Nobel Indonesia, Dr.Badaruddin, S.T., M.M. menyampaikan, seluruh pihak memiliki kewajiban mengimplementasikan kampus merdeka-merdeka belajar agar dapat terlaksana.

Terlebih di era industri 4.0, membuat tantangan dosen semakin hari kian sulit. Disatu sisi, kata dia kemajuan teknologi membuat semakin mudah. “Bisa jadi mahasiswa kita lebih pintar, sementara ilmu yang kita (dosen) bangun itu ilmu ketika masih kuliah. Sementara teknologi sudah berkembang,” katanya.

Tak itu saja, kata dia proses perkuliahan sebaiknya tidak berjalan di ruang kampus saja, namun dapat diterapkan diluar kampus. Terlebih, pandemi Covid-19 yang masih merebak membuat situasi kian tak menentu. “Buat suasana berbeda jangan monoton, harus out of the box. Tidak bisa seperti dulu,” tutupnya.

Senada, Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr.H. Mashur Razak, S.E., M.M. menambahkan kondisi Covid-19 membuat interaksi antara Mahasiswa dan Dosen kian sulit.

Sehingga, ini menjadi tantangan kepada dosen agar terus berinteraksi dan membangun hubungan emosional kepada mahasiswa “Sebagai ujung tombak, peran dosen sangat penting memberi motivasi kepada Mahasiswa agar kembali semangat belajar. Kalau perlu telpon satu-satu. Jangan sampai ada tidak aktif kuliah, semua harus mengenal mahasiswanya. Cari masalahnya apa, jadi jangan mengajar saja, tidak perduli mahasiswa aktif atau tidak,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *