Omah Dompea Jalin Kerjsama dengan Nobel Indonesia

MAKASSAR,NIDC — Program Nobel Merchant kian menarik perhatian dari berbagai para wirausaha. Baik dari Kota Makassar maupun kabupaten lainnya di Sulsel, salah satunya Omah Dompea dari Bulukumba.

Owner Omah Dompea, Rudy Toto membeberkan, alasan dirinya ingin berkolaborasi, bermula dari pertemuannya dengan Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia, Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si belum lama ini.

Dari pertemuan yang berlangsung santai, terdapat sebuah tawaran dari pihak Nobel bahwa ada anak muda yang gemar mengembangkan usaha lokal. “Dari situ saya rasa ada plotnya dengan saya punya tempat usaha dari situ kita juga tidak bisa lepas dari orang akademisi. Karena bukan cuman soal pengalaman kelola usaha tapi butuh konsep dari akademisi. Artinya perlu teori dan pembinaan,” sambungnya.

Atas hal itulah, ia melihat bahwa Nobel memiliki semangat kepedulian yang tinggi kepada wirausaha. Olehnya itu, Rudy berharap dari kerjasama ini, usaha yang dirintis nantinya tak sekedar usaha saja. Namun juga, sarat akan kultur, nilai ekonomis dan edukasi. “Yang saya maksud diakademisinya. Saya kira itu poin penting. Usaha bukan sekedar usaha,” urainya.

“Omah Dampea kebetulan jenis usaha saya ada 3, ada pusat oleh oleh, warkop, dan penginapan,” pungkas Rudy.

Diketahui, Omah Dompea sendiri diambil dari dua bahasa, yakni Jawa dan Bulukumba. Omah dalam bahasa Jawa diartikan sebagai rumah, sementara Dompea artinya pejuang. Jika digabungkan, Omah Dompea bermakna sebuah rumah untuk memperjuangkan ekonomi warga Kab. Bulukumba.

Sebelumnya, penandatanganan kerjasama ITB Nobel Indonesia dan Omah Dompea dilakukan oleh Nasrullah S.M, Account Executive Nobel Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *