Kembangkan Kemampuan Bisnis di STIE Nobel Indonesia

MAKASSAR, NIDC—Berbisnis juga butuh sentuhan ilmu. Perpaduannya dengan pengalaman membuat pengusaha bisa survive di tengah persaingan bisnis yang kian dinamis.

Kadafi, S.P., M.M, sangat menyadari hal tersebut. Pria kelahiran Kajang, 3 Maret 1992 ini, merasa belum cukup dengan pendidikan S1 yang diraihnya di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Ketatnya persaingan di dunia usaha dan perkembangan bisnis yang dinamis membuatnya harus selalu terpacu untuk belajar. Baginya pengalaman di lapangan tidaklah cukup. Kadafi butuh sokongan ilmu.

Olehnya, alumni dari SDN 191 Lembanna, SMP Negeri 2 Kalimporo, dan SMA Negeri 1 Kajang Bulukumba ini memilih melanjutkan Program Magister Manajemen di STIE Nobel Indonesia. Tahun 2020 ia resmi meraih gelar Magister Manajemen.

Kuliah di Nobel bukanlah tanpa alasan. Kadafi mengakui alasannya memilih Nobel karena tertarik dengan tagline-nya yakni School of Business. “Rupanya memang bukan hanya sekadar motto tetapi memang terbukti, “ujar anak dari pasangan Darwis Pasali, dan Fatmawati ini.

Menurut Kadafi, selama menimbah ilmu di program pascasarjana STIE Nobel Indonesia, ilmu manajemen bisnis yang ia dapatkan banyak ia terapkan dalam mengelolah usahanya.

Diketahui, Kadafi adalah owner dari KMN Karya Utama—usaha kapal nelayan yang berada di Sorong Papua Barat. Hingga saat ini, KMN Karya Utama memiliki 6 kapal bermuatan 24 ton. Kapal tersebut khusus diperuntukkan menangkap ikan tenggiri di perairan Papua Barat. Dari usahanya tersebut, Kadafi bisa meraih omzet 40-50 juta per kapal dalam setiap bulannya.

STIE Nobel Indonesia merupakan tempat terbaik bagi para entrepreneur muda untuk belajar, agar sukses menghadapi dinamika kewirausahaan yang terus berkembang. “Saya pribadi akan menyarankan orang-orang untuk kuliah di STIE Nobel Indonesia, “ujarnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *