Gelar Sosialisasi, Rektor ITB Nobel Tekankan Dosen Pahami Konsep Kampus Merdeka

MAKASSAR,NIDC — Sosialisasi dan penerapan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (KMMB) terus digaungkan jelang tahun ajaran 2021 di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia.

Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr.H. Mashur Razak, S.E., M.M. meminta kepada seluruh pemangku kepentingan akademik, untuk memahami esensi dan mekanisme pelaksanaan KMMB. “Dosen sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan KMMB harus memahami secara konsepsional maupun secara operasional,” katanya,

Sebagai prioritas, sesuai kompetensi yang dimiliki ITB Nobel Indonesia sambung Mashur, maka klaster yang diprioritaskan adalah pengembangan kewirausahaan.

Sementara, Ketua LP2NI ITB Nobel Indonesia, Dr. H. Muhammad Hidayat, S.E., M.M. menyampaikan, pihaknya telah mengimplementasikan kurikulum KMMB.

“Dan pelaksanaan untuk program pertukaran mahasiswa, akan dimulai dari pertukaran mahasiswa antar prodi dalam kampus yang akan dimulai pada semester depan yaitu semester 4,” urainya.

Disisi lain, untuk program KMMB pada semester 5 dan 6, akan dilaksanakan melalui program KMMB kewirausahaan mahasiswa yang ikut dalam program ini. “Jika dinilai, maka setara dengan 49 SKS yang nantinya dikonversikan dengan mata kuliah pada dua semester,”tukasnya.

Sebelumnya, ITB Nobel Indonesia melakukan rapat dosen dan sosialisasi penerapan KMMB. Pembina Yayasan Pendidikan ITB Nobel Indonesia, Mutiawan M. Handaling menekankan, dosen sebagai garda terdepan kampus diharapkan mampu mengaplikasikan dua hal. Yaitu Integritas dan inovasi.

“Ada ekpektasi yang kami minta ke Bapak/Ibu (Dosen), yaitu integritas. Kami tidak mau lihat lagi ada mahasiswa yang mengeluh atau curhat. Kami tidak mau mendengar ada paksaan kepada Mahasiswa,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan,ia beranggapan jika hal itu tak diindahkan oleh Dosen, maka tentunya akan memberi dampak buruk. Tidak hanya bagi dosen itu sendiri, melainkan juga bagi kampus.

Selain itu, kata dia inovasi menjadi point penting lainnya yang termaktub dalam visi misi ITB Nobel Indonesia. “Inovasi dalam informasi dan teknologi tak hanya dimiliki oleh IT, tapi juga harus dimiliki oleh diri kita sendiri. Kami harap dosen terus mengupgrade diri, menambah sesuatu yang baru,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan ITB Nobel Indonesia, Dr.Badaruddin, S.T., M.M. menyampaikan, seluruh pihak memiliki kewajiban mengimplementasikan kampus merdeka-merdeka belajar agar dapat terlaksana.

Terlebih di era industri 4.0, membuat tantangan dosen semakin hari kian sulit. Disatu sisi, kata dia kemajuan teknologi membuat semakin mudah. “Bisa jadi mahasiswa kita lebih pintar, sementara ilmu yang kita (dosen) bangun itu ilmu ketika masih kuliah. Sementara teknologi sudah berkembang,” katanya.

Tak itu saja, kata dia proses perkuliahan sebaiknya tidak berjalan di ruang kampus saja, namun dapat diterapkan diluar kampus. Terlebih pandemi Covid-19 yang masih merebak membuat situasi kian tak menentu. “Buat suasana berbeda jangan monoton, harus out of the box. Tidak bisa seperti dulu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *