Gelar Silaturahmi, Rektor Nobel Indonesia Minta Alumni Jaga Sinergitas Bersama Institusi

MAKASSAR, NIDC — Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia kembali menggelar silaturahmi bersama alumni se-Sulsel, Kamis (23/6). Mengusung tema ‘Sinergi Untuk Tumbuh Bersama Almamater ‘, kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr.Ir.H.Badaruddin, S.T., M.M.

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr.Ir.H.Badaruddin, S.T., M.M. dalam sambutannya menyampaikan, silaturahmi ini merupakan wujud komitmen kampus. Sebab, alumni adalah elemen yang tidak dapat dipisahkan dari institusi.”Oleh karena, itu komunikasi hubungan silaturahim itu harus tetap terjaga antara institusi dan alumni,” kata Badaruddin via daring.

Selain itu, alumni merupakan elemen penting yang berperan dalam perubahan sosial yang disebut sebagai penta helix. Alumni UMI itu menyebut, ada 5 elemen penting untuk mewujudkan perubahan sosial itu. “Kita sebut sebagai ABCGM, (A) akademisi , (B) business, (C) community, (G) Government dan Media. Kalau kelimanya bersinergi, perubahan sosial akan terjadi,” jelas alumni perkapalan Unhas itu.

Selain itu, alumni Nobel yang didominasi ASN tak hanya menguasai satu elemen saja. Bisa jadi ada 2 atau 3 elemen yang ikut serta yang ada d didalam unsur perubahan organisasi. “Alumni kita banyak dari pemerintahan atau government, sebagai orang yang menyerap pendidikan itu tidak terlepas dari akademis, itulah kita merasa bahwa alumni penting dalam misi Nobel pada perubahan sosial,” sambungnya.

Olehnya itu pihaknya berharap bahwa institusi bisa suport karir apa yang dibutuhkan alumni di masyarakat, maupun sebaliknya.”Kita suport harapan kami itu bisa jalin sedemikian rupa. Kita tentu berharap bahwa para alumni juga jadi bagian dari institusi, oleh karena itu kedepan kegiatannya ada yang berlangsung secara continue yang bisa terus menerus dilakukan bersama,” cetusnya.

Di momen tersebut juga, ia menyebutkan bahwa Nobel tengah serius mewujudkan visi misinya sebagai PTS pertama di wilayah IX mendapat akreditasi Internasional.Ini penting karena keterlibatan alumni penting, minimal memberikan kontribusi informasi selepas dari nobel itu diperlukan dalam proses itu. “Itu tidak bisa terjadi jika tidak ada komunikasi yg intens dari awal,” tukasnya.

Diketahui, dalam silaturahmi IKA Nobel Indonesia se-Sulsel membahas beberapa poin penting, diantaranya pembentukan IKA Nobel Indonesia pusat, hingga kolaborasi antar IKA Nobel Indonesia komisariat se-Sulsel dalam beberapa program KIP bagi calon Mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *