Gandeng Makassar Digital Valley, STIE Nobel Indonesia Garap Potensi Teknologi Digital

MAKASSAR, NIDC—Kemajuan teknologi digital kini jadi perhatian perguruan tinggi. Ada banyak potensi tak terbatas jika pengembangan teknologi digarap dengan maksimal. Diantaranya melahirkan industri kreatif berbasis digital. 

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia juga fokus dalam melakukan akselerasi di dunia digital dengan menjalin kerja sama dengan Makassar Digital Valley. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor Makassar Digital Valley Jl. A. P. Pettarani No.13, Makassar, Kamis, (15/7/2021).

STIE Nobel Indonesia dengan Makassar Digital Valley sepakat untuk memanfaatkan sumber daya masing-masing pihak dalam rangka memajukan ekosistem digital di Kota Makassar melalui kolaborasi event.

Rencananya ada tiga bentuk event yang akan diselenggarakan sebagai bentuk implementasi dari MoU, salah satunya adalah Startup AtoZ. Event ini menghadirkan expert untuk berbagi seputar topik entrepreneurship yang erat kaitannya dengan pengembangan bisnis startup.

Event berikutnya adalah Up-dev Series, akan menghadirkan expert untuk berbagi seputar topik tren teknologi yang erat kaitannya dengan pengembangan produk digital. Dan, terakhir adalah Event Creavision, yang menghadirkan expert untuk berbagi seputar topik UI/UX yang erat kaitannya dengan pengembangan produk digital. Ketiga event ini merupakan program regular dari Makassar Digital Valley.

Ketua STIE Nobel Indonesia Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M., dalam kunjungan tersebut menyampaikan bahwa Makassar Digital Valley yang digagas PT Telkom Indonesia ini adalah momentum dalam membangun dan mengembangkan ekosistem industri digital kreatif di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Makassar dan sekitarnya.

“Semoga dengan terjalinnya kerja sama ini, STIE Nobel Indonesia dengan Makassar Digital Valley dapat bersinergi. Dan, apa yang tertuang dalam MoU hari ini segera mungkin bisa diimplementasikan,” terang Dr.H. Mashur Razak.

Sementara itu General Manager Makassar Digital Valley, S. Ariyani mengatakan bahwa, menumbuhkan industri digital membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pihak akademik atau perguruan tinggi.

Ia pun sangat mengapresiasi karena STIE Nobel Indonesia turut berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem digital secara massive.

Diketahui, Makassar Digital Valley merupakan inkubator bisnis ICT ke-4 yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 2019, setelah Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley, dan Jakarta Digital Valley.  

Kunjungan diakhiri dengan berkeliling area Kantor Makassar Digital Valley melihat fasilitas-fasilitas yang ada, diantaranya coworking space, classroom space, mentoring space, meeting room, dan startup private room.

Turut mendampingi Ketua STIE Nobel Indonesia dalam kunjungan penandatangan MoU tersebut, yakni Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE Nobel Indonesia—Dr. Ahmad Firman, S.E., M.Si., Wakil Ketua II Bidang Administrasi dan Kerja Sama—Ridwan, S.E., M.Si., dan juga Kepala Lembaga Nobel Indonesia Digital Creative (NIDC)—Ahmad Ikram, S.T. (*) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *