Di Luwu Utara, Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia Jadi Pembicara Dalam Pelatihan Kewirausahaan

MAKASSAR, NIDC – Wakil Rektor I bidang Akademik Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr.Ahmad Firman, S.E., M.Si didapuk sebagai narasumber dalam pelatihan kewirausahan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, belum lama ini.

Firman menyampaikan, sebanyak 100 pelaku usaha UMKM dari berbagai kalangan turut hadir untuk dibekali beragam materi. “Selama 2 hari penuh dibekali materi seputar arah dan kebijakan kewirausahaan, pengembangan model bisnis millenial, mindset kewirausahaan dan penyusunan bussiness plan,” katanya.

Tak hanya itu, kata dia kegiatan ini bertujuan untuk melatih wirausaha agar mampu bertindak membangun usaha yang layak dengan mamanfaatkan peluang yang ada serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat  sekitar lingkungannya.  

Kendati demikian, dirinya tak menampik masih ada sejumlah kendala yang dirasakan pelaku UMKM. “Diantaranya masih kurangnya pengetahuan terkait menyusun laporan keuangan sederhana dengan benar. Masih menggabungkan antara modal usaha dan modal sendiri,” sambung Firman.

Meski begitu, ia berharap dengan bekal yang telah diberikan kepada para pelaku usaha nantinya dapat diaplikasikan.

Diketahui, dalam kesempatan tersebut ITB Nobel Indonesia bersama Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani juga melakukan penandatanganan naskah Memorandum Of Understanding (MoU). Sebelumnya, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan program ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk mengembangkan usaha mikro. “Sudah ada sekira 500 lebih yang kita latih di tahun ke-4 ini dan target kita lebih banyak yang akan kita latih dengan pendekatan berbeda, salah satunya dengan menggagas kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) terkait pembiayaan Ultra Mikro (UMi),” kata Indah.

Indah menjelaskan Pemda saat ini mempercepat komunikasi secara teknis dengan PIP usai melakukan audiens pada Jumat lalu dengan Direktur Utama. “Ada BPKAD, DP2KUKM, Inspektorat, Bagian Hukum dan Bagian Ekonomi yang sedang membahas secara teknis seperti apa pola kerjasamanya. Mengapa Pemda tertarik dengan Pembiayaan UMi ini karena sistemnya adalah pendampingan secara berkelanjutan, tidak sekadar memberikan bantuan stimulan. Pembiayaan ini juga diperuntukkan bagi usaha ultra mikro yang belum dapat mengakses program pembiayaan dari perbankan, nilainya bisa mencapai Rp.20 juta/debitur,” terang Indah.

Ia berharap pelaku usaha memiliki komitmen dan kesiapan, sehingga usahanya tidak berhenti sampai di lidah.

“Saya berharap kita semua siap dan berkomitmen, agar tidak sekadar ingin dapat bantuan stimulan tapi memang benar-benar mau berusaha sesuai dengan passion masing-masing. Sehingga UMKM tidak berhenti di lidah, tidak berhenti di pelatihan, tapi betul-betul dirasakan denyut nadinya di masyarakat,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *