Berbekal Pengalaman 34 Tahun, Rektor ITB Nobel Ajak Kabag dan Staf Tingkatkan Karir

MAKASSAR,NIDC — Memasuki masa baktinya yang telah menyentuh tiga periode, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia, Dr.H. Mashur Razak, S.E, M.M., tak hentinya berbagi inspirasi dan motivasi, khususnya bagi Kepala Bagian (Kabag) dan staf.

Dalam sharing session bertajuk “From Zero to Hero” diruangan 401 ITB Nobel Indonesia, Jalan Sultan Alauddin, Jumat (8/10) pagi tadi, Mantan Direktur ASMI YAPIKA periode 1999-2000 itu menyampaikan kepada seluruh kabag dan staf dilingkup ITB Nobel Indonesia, agar tak berhenti mengembangkan karirnya dimasa mendatang.

“Bagi yang belum mendaftar S2, daftar saja. Sekolah itu perlu modal nekad, jangan terlalu banyak berpikir. Karena kalau tidak, tidak akan berjalan itu.” urainya.

Ia mengaku tak ingin kalah dalam persoalan menuntut ilmu. Persoalan biaya bukanlah hal yang terlalu ia serius buatnya. Sebab, dirinya meyakini sebagai orang yang beragama, Tuhan maha kaya dan pemurah.

Selain itu, kata orang nomor satu di Nobel ini menambahkan, organisasi menjadi poin penting lainnya yang perlu dilakukan untuk menjadi sukses. “Memang saya jarang di kantor. Karena tugas pimpinan, mengembangkan koneksi, yang mengeksekusi wakil rektor. Ada manfaatnya. Saya bisa rekrut jadi doktor. Akhirnya, kita memiliki rasio dosen doktor paling tinggi di Nobel,” tegasnya.

Olehnya itu, Mantan Ketua I Bidang Akademik STMIK periode 2000-2008 itu membeberkan ada 3 kunci sukses untuk meningkatkan karir yang ia namakan 3C. Yakni Concept (Konsep), Competence (Kompetensi) dan Connection (Koneksi).

Untuk mendapatkan konsep, kata dia, berdasarkan pengalamannya selama 34 tahun, cara mudah untuk memiliki konsep melihat kegiatan atau program dari kampus lain. Lalu menyalin hal tersebut dan selanjutnya memperbaiki dengan cara atau kreativitas kita masing-masing.

“Konsep secara sederhana artinya setiap orang harus memiliki visi, ide, dan inovasi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan organisasi dimana ia bekerja. Dimana pun kita bekerja dan bertanggung jawab, kita harus punya ide,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *