Asah Skill Mahasiswa Berbahasa Inggris Lewat NEST

MAKASSAR,NIDC — Wadah untuk pengembangan bakat dan minat Bahasa Inggris bagi Mahasiswa resmi terbentuk. Nobel Development Center selaku lembaga non-pendidikan resmi mendirikan Nobel English Society (NEST) pada Rabu (27/10).

Ketua Lembaga NDC, Muh. Fauzi Razak, S.Hum., M.Hum., berujar NEST merupakan salah satu program kerja yang dibentuk dengan status study club Bahasa Inggris yang berada dibawah payung NDC. “Tujuan dibentuknya NEST, untuk menyalurkan bakat dan minat para mahasiswa yang tertarik untuk menggali diri dalam bidang Bahasa Inggris,” kata Oji, sapaan akrabnya.

Sementara syarat untuk bergabung, Oji mengaku tidak menaruh syarat khusus. Bahkan kata dia, bagi mahasiswa yang baru belajar dan serius untuk menekuninya dapat bergabung, selama ia merupakan mahasiswa aktif. Oji menambahkan, sebelumnya study klub ini pernah eksis ditahun 2010. “Namun ditahun itu NEST harus vakum, karena tidak adanya kaderisasi,” urainya.

Olehnya itu, sejumlah langkah yang diambil agar NEST terus eksis, diantaranya melaksanakan program meeting rutin, baik setiap hari maupun tiap pekan. “Kita usahakan ada diskusi untuk dibahas bersama. Tergantung teman-teman (NEST) bisa by request atau kita siapkan kurikulum sendiri yang disiapkan divisi pelatihan dan pendidikan yang ada distruktur pengurus NEST,” sambung Oji.

Nantinya dari pertemuan tersebut, ia berharap ditiap pertemuan akan ada penambahan anggota baru. “Jadi kami akan melaksanakan pertemuan secara outdoor. Jadi tidak hanya di kelas saja, tujuannya mahasiswa yang belum sempat join (gabung), kami harap dengan melihat aktivitas kami mereka bisa bergabung,” katanya.

Ia berharap NEST kedepannya mampu melahirkan bibit baru atau regenerasi yang nantinya mampu melanjutkan tongkat estafet, sehingga wadah ini bisa terus berkembang.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Ketua NEST ITB Nobel Indonesia, Nur Fahira serta puluhan anggota lainnya dilantik secara resmi oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Mariah S.E., M.Pd, dan disaksikan langsung oleh Ketua BEM ITB Nobel Indonesia, Andi Meisyah Arundani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *